Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa tafsir Albayan ini adalah tafsir yang penting dalam membaca perjalanan sejarah pergulatan ulama Nusantara dengan Alquran, setelah sekian lama beberapa penulisan tafsir berbahasa Jawa disajikan dengan tulisan Arab pego dengan penyajian khas pesantren, Kiai Shodiq membuat sebuah terobosan baru dengan menampilkan terjemah bahasa Jawa dalam aksara latin dengan tetap mempertahankan tradisi khas pesantren, dengan kata lain, Kiai Shodiq tetap ingin menjaga tradisi
KH. Muhammad Romli Tamim lahir pada tahun 1888 di Bangkalan Madura. Beliau merupakan putra ketiga dari empat bersaudara, dari KH. Tamim Irsyad (seorang Kiai asal Bangkalan Madura).
KH. Tamim Irsyad menghabiskan dunia pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Bangkalan dalam asuhan Mbah KH. Kholil Bangkalan.