Semua Berita

news
Mahasantri 17 Desember 2025

Akhlak Rendah Hati: Pelajaran Hidup dari QS. Luqman 18–19 dalam Hidayatul Qur’an

Melalui ayat ini, Al-Qur’an mendidik manusia agar hidup sederhana, santun, dan tidak terjebak dalam rasa bangga yang berlebihan karena di situlah letak keindahan akhlak seorang mukmin.

news
Mahasantri 17 Desember 2025

Iman dan Ketaatan dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis QS. Al-Baqarah Ayat 93

QS. Al-Baqarah ayat 93 menegaskan bahwa iman dan ketaatan merupakan dua unsur yang tidak terpisahkan. Pengakuan iman tanpa ketaatan hanyalah ilusi religius yang dikritik keras oleh Al-Qur’an. Melalui kisah Bani Israil, ayat ini mengajarkan bahwa iman sejati harus tercermin dalam sikap patuh, tunduk, dan konsisten terhadap perintah Allah. Dengan demikian, kualitas iman seseorang dapat diukur dari sejauh mana ketaatan itu diwujudkan dalam kehidupan nyata.

news
Mahasantri 17 Desember 2025

Independensi Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Tafsir Qs. An-Nisa’: 32 dengan Pendekatan Tafsir al-qur’an bil-Qur’an

Pengaitan QS. an-Nisā’ : 32 dengan QS. az-Zukhruf : 32, QS. an-Najm [53]: 39 dan QS. an-Nisā’ : 54 menunjukkan penerapan tafsir al-Qur’an bil-Qur’an yang menegaskan kesatuan nilai usaha, pembagian rezeki, dan tanggung jawab individual dalam Al-Qur’an. Pendekatan ini sejalan dengan metode yang digunakan dalam Tafsir Hidāyat al-Qur’ān fī Tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān karya Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc., M.A. (Gus Awis), yang menempatkan QS. an-Nisā’ [4]: 32 sebagai landasan teologis independe

news
Mahasantri 17 Desember 2025

Membalas Kebaikan dengan Doa: Cara Paling Mulia Menurut KH. Afifuddin Dimyathi

Melalui penjelasan ini, KH. Afifuddin Dimyathi mengingatkan bahwa hubungan antarmanusia seharusnya bermuara kepada Allah. Dengan doa, kebaikan tetap terjaga nilainya sebagai ibadah, dan balasannya diserahkan sepenuhnya kepada Zat Yang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

news
Mahasantri 16 Desember 2025

TADABBUR AL-QUR'AN: MEMBUKA HATI, MENEMUKAN KESERASIAN,DAN MENEGUR DIRI

Al-Qur’an Ingin Dihadirkan, Bukan Sekadar Dibaca. Tadabbur Al-Qur’an bukan perkara banyak atau sedikitnya bacaan, tetapi bagaimana hati hadir saat membaca. Dengan hati yang terbuka dari kesombongan, kesediaan melihat keserasian ayat, dan niat untuk memperbaiki diri, Al-Qur’an akan menjadi cahaya yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Menapaki Jalan Lurus: Dialektika Hidayah dan Kesesatan dalam QS. Al-Fatihah ayat 6-7 Menurut Tafsir Hidayatul Qur’an Karya KH. Afifuddin Dimyathi

Pada akhirnya, QS. Al-Fātiḥah mengajarkan bahwa doa bukan sekadar rangkaian bacaan ritual, melainkan kesadaran hidup. Setiap shalat, seorang hamba sejatinya sedang memperbarui orientasi hidupnya, menyadari bahwa hidup adalah perjalanan yang rapuh dan mudah tergelincir. Karena itulah, doa ﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ﴾ tidak pernah usang untuk diulang ia adalah doa agar hidup tetap berada di jalur yang benar, hati tetap lurus, dan langkah berujung pada ketenangan di dunia serta kebahagiaan

LINK TERKAIT