Pada akhirnya, kita harus kembali pada fondasi tauhid bahwa Allah SWT adalah Al-Mu'atstsir atau Zat Yang Maha Memberikan Pengaruh. Tidak ada seorang muslim pun, termasuk orang awam yang paling tidak mengerti hukum, yang meyakini bahwa para nabi atau wali adalah sekutu bagi Allah dalam menciptakan manfaat dan mudarat. Ketika mereka berkhusyuk dan berdoa di makam orang saleh, hati mereka dipenuhi keikhlasan kepada Allah, sambil mengharapkan keberkahan roh suci yang dicintai-Nya. Menuduh tradisi sh
Kesimpulan akhir, Secara logis, tuduhan durhaka kepada Nabi Ibrahim adalah batal karena tidak memenuhi definisi yang ada, di mana sang ayah (Azar) tidak memiliki hak untuk ditaati dikarenakan status kesesatannya. Secara perilaku pun, Nabi Ibrahim tetap memosisikan ayahnya sebagai sosok yang disayangi dan berusaha mendoakannya.
Ust. Moh. Halil, M.Pd.I. selaku Ketua II kegiatan berharap kajian yang disampaikan Prof. Dr. Islah Gusmian dapat memperkuat tradisi akademik Ulumul Qur’an di lingkungan Ma’had Aly serta membuka ruang pengembangan riset Al-Qur’an yang lebih luas di Nusantara.
Keikutsertaan panitia dalam tanggung jawab di divisi lain sifatnya adalah ta'awun saling membantu dengan sukarela. Kita harus ikhlas dan harus ikut. Ada konsep ta'awun dan ukhuwwah di sini jangan sendiri-sendiri, kalau bisa malah tawarkan bantuan kepada yang lain. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan jerih payah seluruh panitia yang tidak bisa dibalas secara materi, tetapi semoga Allah membalas di akhirat, atau dengan kesehatan, jodoh yang baik, dan ilmu yang bermanfaat.
Al-Fatihah bukan sekadar bacaan, tetapi munajat seorang hamba kepada Tuhannya. Karena ia adalah dialog suci, maka dimulai dengan pujian kepada Allah sebelum masuk pada permohonan.
Surah Al-Qur’an memiliki keterpaduan struktur yang menakjubkan. Setiap surah tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dalam susunan yang penuh hikmah. Salah satu bentuk keterpaduan itu tampak jelas pada hubungan antara Surah Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Baqarah. Para ulama, termasuk Jalaluddin as-Suyuthi dalam Asrār Tartīb as-Suwar, menjelaskan bahwa Al-Fātiḥah merupakan ringkasan (ijmāl) dari seluruh kandungan Al-Qur’an, sedangkan Al-Baqarah adalah perincian (tafsīl) dari makna-makna glo