Semua Mahasantri

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Menapaki Jalan Lurus: Dialektika Hidayah dan Kesesatan dalam QS. Al-Fatihah ayat 6-7 Menurut Tafsir Hidayatul Qur’an Karya KH. Afifuddin Dimyathi

Pada akhirnya, QS. Al-Fātiḥah mengajarkan bahwa doa bukan sekadar rangkaian bacaan ritual, melainkan kesadaran hidup. Setiap shalat, seorang hamba sejatinya sedang memperbarui orientasi hidupnya, menyadari bahwa hidup adalah perjalanan yang rapuh dan mudah tergelincir. Karena itulah, doa ﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ﴾ tidak pernah usang untuk diulang ia adalah doa agar hidup tetap berada di jalur yang benar, hati tetap lurus, dan langkah berujung pada ketenangan di dunia serta kebahagiaan

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Ujian Sebagai Jalan Hidayah: Tadabbur QS.al-Baqarah 155-157 dalam Tafsir Hidayatul Qur’an

Dengan demikian, QS. Al-Baqarah ayat 157 menegaskan bahwa kesabaran yang dilandasi iman tidak hanya mengantarkan seorang mukmin melewati ujian hidup, tetapi juga mendatangkan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah Swt. Inilah puncak balasan bagi hamba-hamba yang mampu menjadikan musibah sebagai jalan untuk semakin mendekat kepada-Nya. QS. Al-Baqarah ayat 155–157 menyingkap bahwa ujian hidup bukan sekadar peristiwa yang melukai, melainkan panggilan iman yang mematangkan jiwa. Di sanalah kesa

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Konsep Riba dan Keberkahan Harta dalam Tafsir Hidayatul Qur’an

Berdasarkan kajian di atas, dapat disimpulkan bahwa Tafsir Hidayatul Qur’an memandang riba sebagai praktik ekonomi yang merusak akal, jiwa, dan keberkahan harta. Al-Qur’an tidak hanya melarang riba, tetapi juga menawarkan alternatif yang lebih baik berupa transaksi halal dan sedekah. Penjelasan KH. Afifuddin Dimyathi, Lc., MA mempertegas bahwa keberkahan harta diukur dari manfaat dan ketenangan yang dihasilkan, bukan dari banyaknya jumlah. Dengan demikian, pesan ayat-ayat riba tetap relevan dala

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Makna Sami’na wa Ata’na sebagai Wasilah Ampunan dalam Tafsir Hidayatul Qur'an (Telaah QS. Al-Baqarah: 285)

QS. Al-Baqarah: 285 mengajarkan bahwa iman yang sempurna harus diwujudkan dalam sikap mendengar dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam Tafsir Hidayatul Qur’an, KH. Afifuddin Dimyathi menegaskan bahwa sami’na wa ata’na merupakan wasilah utama menuju ampunan Allah. Tanpa mendengar dan taat, permohonan ampun akan kehilangan maknanya.

news
Mahasantri 16 Desember 2025

Peperangan dalam Islam: Pensyariatan, Tujuan, dan Etika Pengendalian Fanatisme

Sebagaimana ditegaskan oleh KH. Afifuddin Dimyathi, Islam menolak fanatisme selain kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, peperangan dalam Islam bukanlah bentuk kekerasan tanpa kendali, melainkan tanggung jawab syar‘i yang dibingkai oleh akhlak, keadilan, dan pengendalian diri.

news
Mahasantri 15 Desember 2025

Keagungan Tiga Ayat Sedekah: Antara Keikhlasan, Kesabaran, dan Akhlak yang Luhur dalam Perspektif Tafsir Hidayatul Qur’an

Kesimpulannya Tiga ayat sedekah dalam surah al baqarah bukan hanya membahas pahala, tetapi membentuk karakter orang yang beriman agar sabar, rendah hati, santun, dan penuh kasih. Jadi sedekah bukan hanya transaksi harta benda, tapi juga transaksi jiwa. Harta bisa berkurang, tetapi jiwa akan tetap tumbuh.Penerima mungkin terbantu, tetapi pemberi justru lebih banyak memperoleh kebaikan dari keberkahan sedekah tersebut. Semoga kita termasuk hamba yang saling memberi tanpa menyakiti, mem

LINK TERKAIT