Semua Mahasantri

news
Mahasantri 13 September 2025

MENGINTERPRETASI MAKNA AL-‘ADAWAT KHUSUSNYA HURUF FA (ف ) DALAM ILMU TAFSIR

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa huruf ف dalam Al-Qur’an bukan sekadar kata sambung, tetapi memiliki makna yang dalam. Ia bisa menunjukkan urutan, kesinambungan, sebab-akibat, bahkan menjadi pembuka kalimat baru. Karena itu, memahami huruf ف sangat penting dalam tafsir, sebab satu huruf kecil ini mampu memberi perbedaan besar pada makna sebuah ayat.

news
Mahasantri 08 September 2025

PENERJEMAHAN LAFADZ عسى YANG BENAR DALAM AL-QUR’AN

Lafadz عسى dalam Al-Qur’an bukan sekadar kata yang menunjukkan harapan, melainkan mengandung dimensi linguistik dan teologis yang mendalam: Jika diucapkan oleh manusia, عسى bermakna harapan dan permohonan. Jika dinisbatkan kepada Allah, maka ia bermakna kepastian (pasti terjadi), kecuali dalam dua ayat yang dikecualikan oleh Ibnul Anbari. Dari sisi nahwu, عسى beramal layaknya fi’il naqish, dengan variasi pendapat di kalangan ahli nahwu tentang bentuk amalnya. Dari sisi tafsir,

news
Mahasantri 07 September 2025

HURUF حتى DALAM ULUMUL QUR’AN: TELAAH SINGKAT BERDASARKAN KITAB AL-ITQAN FI 'ULUM AL-QUR'AN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa huruf حتى bukan sekadar sinonim dari إلى, melainkan memiliki fungsi dan nuansa makna yang lebih luas. Ia dapat menunjukkan batas akhir, tujuan, pengecualian, bahkan memulai kalimat baru, bergantung pada konteks dan dalil yang menyertainya.

news
Mahasantri 02 Agustus 2025

Pendekatan Moderat K.H. Afifuddin Dimyathi Terhadap I’rab al-Qur’an: Menyatukan Tradisi Kuffah dan Basrah

Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup umat Islam yang diturunkan dalam bahasa Arab dengan struktur yang sangat indah dan padat makna. Memahami al-Qur’an secara utuh tentu tidak cukup hanya melalui terjemahan, melainkan perlu penguasaan terhadap ilmu-ilmu alat, salah satunya adalah ilmu nahwu.

news
Mahasantri 02 Agustus 2025

Pernah Heran Kenapa Tafsir Ulama Tak Sama?: Telaah Kritis Tesis Abdul Ilah al-Huri tentang Asbāb Ikhtilāf al-Mufassirīn

Perbedaan penafsiran terhadap ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an bukan semata-mata lahir dari subjektivitas atau kecenderungan pribadi para mufassir, tetapi merupakan hasil dari kompleksitas ilmu, keragaman pendekatan metodologis, dan kondisi historis yang melatarbelakangi mereka. Tesis karya Dr. Abdul Ilah al-Huri menunjukkan bahwa terdapat setidaknya sebelas sebab utama yang melatarbelakangi perbedaan tersebut—mulai dari latar belakang keilmuan, sebab turunnya ayat, ragam qira’at, hingga penerima

news
Mahasantri 20 Juli 2025

Ingin Jadi Mufassir? Ini Ilmu dan Syarat yang Wajib Dikuasai!

Wajib bagi seorang mufassir untuk mengamalkan ilmunya, karena dengan itu akan lahir ilmu mauhibah — yaitu ilmu yang diberikan Allah sebagai karunia kepada hamba-Nya yang ikhlas dan bertakwa.

LINK TERKAIT