Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka ikhtiar para dosen untuk mempertahankan tradisi ulama'-ulama' salaf, dimana bulan suci Ramadhan ini diisi dengan kajian-kajian kitab salaf dengan istilah kilatan.
Tafsir yang membawa prinsip rahmat lil alamin merupakan implementasi risalah Nabi Muhammad dan misi utama al-Quran diturunkan ke dunia.
Tokoh-tokoh besar tidak pernah lepas dari peranan perempuan di belakangnya.
Dipenghujung acara muhadharoh ilmiah ini dibuka sesi pertanyaan, dan dua mahasantri Ma'had Aly Darul Ulum berhasil tampil menanyakan dua pertanyaan yaitu, bagaimana status al-Quran yang diterjemahkan ke bahasa lain, dan kedua, apa bedanya gharibul al-Quran dan musykilatu al-Quran?
Disamping beliau memberi materi muhadhoroh, beliau juga akan memberikan ijazah kitab-kitab karyanya kepada para mahasantri dan kalangan umum yang berkenan hadir ikut acara ini.
Keikhlasan inilah yang akan mengantarkan turast ulama kita mencapai puncaknya, begitulah kaidah hidup ini terbangun, keikhlasanlah yang akan menjamin keberlangsungan dalam waktu yang panjang, ia memberikan ruh dalam setiap aktifitas dan menyinari jalan yang ditempuhnya.