Mudir Ma'had Aly An-Nur 1, dalam pidato sambutannya menyampaikan banyak terima kasih atas kesediaan waktunya serta penyambutan tuan rumah yang begitu khidmah, "semoga studi banding ini dalam rangka sambung Sanad Balaghah al-Quran menjadi ilmu yang manfaat dan barokah untuk mahasantri Ma'had Aly An-Nur". Ungkapnya.
Demi menjaga kemurnian nilai hasil ujian akhir semester, panitia menerapkan pengawasan ganda, setiap mata kuliah yang diujikan dijaga ketat oleh dua orang pengawas.
Dalam Muamalah secara umum, semua diperbolehkan kecuali jika ada aturan yang melarangnya. Maka tiga larangan inilah yang harus dihindari dalam interaksi antar manusia, khususnya interaksi mayoritas dan minoritas.
Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa tafsir Albayan ini adalah tafsir yang penting dalam membaca perjalanan sejarah pergulatan ulama Nusantara dengan Alquran, setelah sekian lama beberapa penulisan tafsir berbahasa Jawa disajikan dengan tulisan Arab pego dengan penyajian khas pesantren, Kiai Shodiq membuat sebuah terobosan baru dengan menampilkan terjemah bahasa Jawa dalam aksara latin dengan tetap mempertahankan tradisi khas pesantren, dengan kata lain, Kiai Shodiq tetap ingin menjaga tradisi
Dalam sambutannya, TGB juga memotivasi santri, khususnya santri putri agar benar-benar menjadi wanita yang shalih, mengapa? karena perempuan sekarang pasti suatu saat akan menjadi ibu-ibu yang akan mengasuh anak-anaknya. Seorang pengasuh seyogyanya harus orang yang pinter dan shalih agar anak-anaknya kelak menjadi orang hebat, sholih dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
"Harapan dengan adanya beasiswa ini, mahasantri Ma'had Aly lebih giat belajar, menjadi mahasantri yang pintar dan manafat, sebagai kader ulama yang berkualitas di masa depan". Kata Gus Didin, nama panggilannya.