BUKA BERSAMA: MUDIR MA'HAD ALY PAPARKAN MAKNA LAILATUL QODAR

Kata Qadar yang berarti sempit digunakan oleh al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).

Dokumentasi

Senin, (11/3/2023) Liburan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri 1444 H,  Ma'had Aly Darul Ulum Jombang, kegiatan pembelajaran di kampus diakhiri dengan acara silaturrahim dan buka bersama.


Acara ini berlangsung di Asrama Hidayatul Quran (HQ) yang dihadiri Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Koord. Kepondokan dam Pengajian KH. M. Hamid Bishri, SE, M. S.i, Mudir Ma'had Aly Dr. KH. Afifuddin Dimyathi. Lc. MA beserta civitas akademika dan mahasantri, dengan rangkaian acara khataman al-Quran, kemudian dilanjutkan pembacaan tahlil dan  maudhah hasanah


Dalam sambutannya, Gus Awis panggilan akrabnya HM. Afifuddin Dimyathi ini memaparkan makna Lailatul Qodar.


Menurut Gus Awis: "Lailatur Qodar memiliki tiga makna sekaligus yang bersumber dari al-Quran". Ujarnya. Lebih lanjut beliau memparkan makna Lailailatul Qodar secara detail sebagai berikut:


Pertama, Qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga Lailatul Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah SWT bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah SWT pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun. Al-Qur’an yang turun pada malam Lailatul Qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.  


Kedua, Qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata Qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).  


Ketiga, Qadar berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat al-Qadar: "pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." 


Kata Qadar yang berarti sempit digunakan oleh al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).


Setiba waktu berbuka, acara ini ditutup dengan doa dan dilangsungkan buka bersama dan ramah tamah.


Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum Jombang

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT