TAFSIR YANG MEMBAWA PRINSIP RAHMAT LIL ALAMIN MERUPAKAN IMPLEMENTASI RISALAH NABI MUHAMMAD DAN MISI UTAMA AL-QURAN DITURUNKAN KE DUNIA.

Tafsir yang membawa prinsip rahmat lil alamin merupakan implementasi risalah Nabi Muhammad dan misi utama al-Quran diturunkan ke dunia.

Dokumentasi

Dalam rangka mengembangkan kualitas pendidikan di UNDAR khususnya Fakultas FAI mengadakan Stadium Generale dengan mengundang Mudir Ma'had Aly Darul Ulum Jombang Dr. KH. Afifuddin Dimyathi Romli Lc., MA sebagai pemateri dengan tema: Tafsir Rahmatan Lil Alamin


Pada acara tersebut KH. Afifuddin Dimyathi atau yang biasa dipanggil Gus Awis menyampaikan maksud dari Tafsir Rahmatan Lil Alamin


Tafsir yang membawa prinsip rahmat lil alamin merupakan implementasi risalah 

Nabi Muhammad dan misi utama al-Quran diturunkan ke dunia.


Penafsiran yang membawa misi rahmatan lil alamin adalah upaya menafsirkan al-Quran agar pesan dan kesannya dapat ditangkap oleh umat manusia, untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan, hingga mereka dapat hidup dalam keimanan dan berkesejahteraan, dengan metode yang lurus dan benar, sebagaimana yang ditempuh dan 

dicontohkan oleh Nabi Saw, para sahabatnya dan ulama amanah yang datang setelahnya.


Beliau juga menjelaskan pentingnya tafsir al-Qur'an: "Berbicara tentang tafsir moderat. Pertama, kita perlu paham bahwa seberapa pentingnya tafsir. Karena di dalam al-Quran ada ayat yang terjemahannya membutuhkan asbabun nuzul. Kedua, di dalam Al-Qur'an terdapat kata atau ayat yang sifatnya mujmal (umum). Ketiga, di dalam al-Quran ada banyak ayat mutasyabihat, seperti lafadz wajhullah, yadullah dan lain-lain. Maka untuk memahaminya harus dengan penafsiran-penafsiran".


Gus Awis juga menjelaskan syarat-syarat menafsirkan al-Qur'an, adalah:


A. Menguasai Ilmu Bahasa Arab.

Al-Quran diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw dengan menggunakan bahasa Arab.


B. Menguasai Ilmu yang Berkaitan dengan Tafsir.

Yang dimaksud ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir adalah ilmu-ilmu yang dapat digunakan untuk menginterpretasikan al-Quran dan menjelaskan isi, pesan dan kandungannya. Diantara ilmu yang berkaitan dengan tafsir al-Quran adalah: Pertama, menguasai Ilmu qiraat. Kedua, mengetatahui Asbab al-nuzul. Ketiga, memahami Nasikh dan mansukh. Keempat, menguasai Ilmu ushul tafsir.


C. Menguasai Ilmu Syariat.

Seorang mufassir harus memahami dengan baik ilmu syariat. Ia harus mampu memilih mana pendapat yang paling baik, dan mengetahui dari mana sumber pendapat itu disandarkan, sehingga ia mampu mentarjih (menguggulkan) antara satu pendapat dengan pendapat yang lain. Karena itu, ia harus menguasai beberapa ilmu berikut: 

1). Ilmu ushuluddin. 2). Hadis dan berbagai macam ilmunya.3). Ilmu fiqih beserta ushul fiqih


D. Ilmu Mauhibah.

Persyaratan seorang harus menpunyai etika meliputi: Pertama, niat yang baik

Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Jika semua amal perbuatan manusia harus dilandasi niat yang baik, maka tentu niat yang tulus dalam mempelajari, menekuni dan mengamalkan ilmu syariat harus lebih ditekankan lagi, yaitu demi menggapai ridha Allah Swt, demi kebaikan semua manusia, dan sebagainya. Kedua, berakhlaq mulia.

Seorang mufassir harus pemegang amanah sebagai muaddib (berbudi luhur). Karena dari itu, seseorang tidak akan mencapai budi pekerti luhur sebelum ia menancapkan akhlak mulia dan keutaman ibadah ke dalam diri dan sanubarinya. Ketiga, tawadhu'. Sikap tawadhu' merupakan modal dasar yang dibutuhkan oleh seorang mufassir, karena dengan tawadhu‟ itu ilmu yang dimilikinya akan cepat tertransfer kepada orang lain. Sebaliknya, ia harus menjauhi sikap dan sifat sombong, karena sifat bagaikan dinding kokoh yang akan menghalangi antara dirinya dengan orang-orang yang hendak belajar kepadanya.


Oleh Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum Jombang

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT