Pada ahad, 18 Oktober 2026 mendatang, Ma’had Aly Darul Ulum kembali menggelar Muhadharah Ammah bertema “Menjaga Keaslian Metodologi dan Sanad Tafsir Jalalain”. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan menghadirkan Dr. Sa’id Muhammad Ali, mudarris Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, sebagai narasumber.
Dokumentasi
Pada ahad, 18 Oktober 2026 mendatang, Ma’had Aly Darul Ulum kembali menggelar Muhadharah Ammah bertema “Menjaga Keaslian Metodologi dan Sanad Tafsir Jalalain”. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan menghadirkan Dr. Sa’id Muhammad Ali, mudarris Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, sebagai narasumber.
Berdasarkan pengumuman resmi dari Ma’had Aly, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Kantor Pusat Lantai 2, Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan Jombang.
Tafsir Jalalain merupakan kitab tafsir karya Jalaludin al-Mahalli dan Jalaludin al-Suyuthi yang dikenal luas dalam tradisi pembelajaran di kalangan pesantren. Kitab ini juga menjadi salah satu mata kuliah di Ma’had Aly Darul Ulum Jombang, karena itu pembahasan mengenai metodologi penafsiran dan sanadnya, relevan dengan proses pembelajaran Mahasantri dalam mendalami khazanah tafsir al-Qur’an.
Ketua pelaksana, Ilyas Kurniawan, menjelaskan bahwa pembahasan mengenai sanad penting untuk memahami kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk belajar langsung mengenai metode dan sanad tafsir Jalalain bersama narasumber.
“Sanad memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan transmisi ilmu dari generasi ke generasi.” ujar Ilyas Kurniawan, Kamis (15/10/2026)
Pentingnya sanad juga ditegaskan dalam ungkapan masyhur yang dinukil oleh Imam Abdullah bin al-Mubarak:
الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ، وَلَوْلَا الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ
“Sanad merupakan bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, niscaya siapa saja akan mengatakan apa saja yang ia kehendaki.”
Melalui Muhadharah Ammah ini, Ma’had Aly Darul Ulum berupaya memperluas pemahaman tentang metodologi, sanad, dan otentisitas Tafsir Jalalain, sekaligus memperkuat kajian kailmuan Al-Qur’an di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.
Nurun Nihayatul Muflikhah
Jurnalis Ma'had Aly Darul Ulum Jombang