Dalam momentum safari dakwah dan lawatan ilmiahnya di Nusantara, Syaikh As-Said Muhammad Ali Al-Azhari berkenan hadir untuk menyapa para akademisi santri dan masyarakat luas dalam majelis Muhadharah Ammah yang diselenggarakan oleh Ma'had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.
Dokumentasi
As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari adalah seorang ulama besar, Guru Besar (Profesor) dari Universitas Al-Azhar Al-Syarif, Kairo, Mesir, sekaligus pengajar senior (Mudarris) di Masjid Al-Azhar Al-Syarif. Beliau dikenal luas di dunia Islam sebagai salah satu pemegang sanad Al-Qur'an tertinggi, ulama ahli fiqih, dan pakar tasawuf.
Nama Lengkap: As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari
Asal Instansi: Universitas Al-Azhar Al-Syarif, Kairo, Mesir
Tempat Tinggal: Kairo, Mesir (berpusat di kawasan Masjid Al-Azhar dan Masjid Sayyidina Imam Husein)
Syaikh As-Said Muhammad Ali Al-Azhari merupakan seorang Sayyid (Syarif), yang artinya garis keturunan dari pihak ayah beliau menyambung lurus ke atas hingga kepada Sayyidina Husain bin Ali, cucu kesayangan Rasulullah ﷺ. Di kalangan ulama Al-Azhar, nasab mulia ini tercermin dari akhlak, karisma, serta kedudukan beliau yang dipercaya menjadi Imam di Masjid Sayyidina Imam Husein di Kairo.
Beliau lahir dan dibesarkan di Mesir dalam lingkungan keluarga yang sangat taat beragama (religius). Kedua orang tuanya menjadi madrasatul ula (madrasah pertama) bagi beliau. Ayah dan ibunya mendidik beliau sejak kecil untuk mencintai dan menghafal Al-Qur'an hingga khatam di usia dini, mempelajari dasar-dasar ilmu syariat, bahasa Arab, dan akhlak luhur, serta mengarahkan beliau untuk masuk ke institusi formal Al-Azhar sejak tingkat dasar.
Masa pendidikan beliau dihabiskan sepenuhnya di bawah naungan tradisi keilmuan Mesir yang ketat, memadukan dua jalur utama:
Sebagaimana tradisi para ulama Al-Azhar, masa kecil beliau dimulai di madrasah klasik (Kuttab). Beliau menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz di usia belia, dilanjutkan dengan menghafal berbagai macam kitab matan dasar seperti ilmu Tajwid, Nahwu, dan Fikih.
Beliau menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi akademisnya di Universitas Al-Azhar, Kairo:
Gelar Sarjana (Licence)
Magister (Master): Mulai fokus pada bidang hadis dan tasawuf.
Doktor (Ph.D): Lulus dengan predikat kehormatan yang mengukuhkan otoritas ilmiah beliau hingga kemudian diangkat menjadi Guru Besar (Profesor).
Di samping pendidikan formal, masa muda beliau dihabiskan di koridor-koridor Ruwaq Masjid Al-Azhar dan majelis para ulama sepuh di Mesir. Melalui metode talaqqi (belajar tatap muka langsung), beliau meraih:
Sanad Qira'at 'Asyrah: Menguasai 10 jalur pembacaan Al-Qur'an mutawatir beserta sanadnya yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ.
Sanad Kitab Turats: Menghadiri ratusan majelis Sima' wa Al-Ijazah untuk menerima transmisi ijazah hadis, fiqih, dan tasawuf dari generasi ulama senior Al-Azhar.
Di Mesir, beliau memegang beberapa posisi strategis:
Guru Besar Universitas Al-Azhar: Dosen utama dan akademisi senior.
Mudarris di Majelis Ilmu Tradisional: Aktif mengajar di Masjid Al-Azhar Al-Syarif, Masjid Imam Husein, dan Masjid Imam Dardir.
Imam dan Khatib Masjid Sayyidina Husein: Menjadi imam serta penceramah di salah satu masjid paling bersejarah di Kairo.
Mantan Wakil Menteri Wakaf Mesir: Pernah diamanahi posisi sebagai Deputi / Wakil Menteri Wakaf di pemerintahan Mesir.
Sebagai ulama yang memegang teguh tradisi klasik, beliau memiliki otoritas sanad yang sangat dihormati:
Pemilik Sanad Qira'at 'Asyrah yang menyambung hingga Rasulullah ﷺ.
Pemberi Sanad Kubro: Dalam rihlah keilmuannya, beliau sering menganugerahkan ijazah sanad untuk kitab-kitab induk penting seperti Kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyah, Kitab Fathul Qarib, dan Kitab Al-Jazariyah.
Karya tulis utama beliau yang paling dikenal adalah:
Syarh Al-Arba'un fi At-Tasawwuf (شرح الأربعون في التصوف)
Kitab monumental di bidang tasawuf dan akhlak, berisi penjelasan mendalam terhadap 40 hadis pilihan Nabi ﷺ tentang penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), zuhud, dan etika spiritual. Karya-karya beliau umumnya fokus pada Ilmu Qira'at dan Tajwid, Syarah Hadis Tematik, serta Ushuluddin dan Manhaj Al-Azhar.
Syaikh As-Said sangat menghormati Indonesia dan pernah menuturkan ungkapan bahwa "kepingan-kepingan Indonesia merupakan kepingan-kepingan surga" karena eratnya hubungan keagamaan serta keramahan masyarakatnya. Beliau tercatat berulang kali melakukan kunjungan ilmiah (rihlah ilmiah) ke berbagai pondok pesantren.
Beberapa institusi yang pernah beliau kunjungi untuk kuliah umum, MoU, dan pemberian sanad meliputi:
Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong
Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Banyumas
Pondok Pesantren Islamiyah Tanggulangin, Sidoarjo
YPI Darussholah, Jember
IAIN Fatahul Muluk, Papua
PP Mojosari, Nganjuk
Karena posisinya, murid beliau berjumlah ribuan yang tersebar di dunia Islam melalui dua jalur:
Mahasiswa Internasional di Universitas Al-Azhar: Termasuk ribuan mahasiswa asal Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Afrika.
Para Pengasuh Pesantren dan Santri di Indonesia: Yang menerima ijazah sanad langsung. Di antaranya KH. Ihsanu Aunillah (PP Zainul Hasanain, Genggong), KH. Zuhrul Anam / Gus Anam (PP At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia), serta para asatidz dan santri senior di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dalam momentum safari dakwah dan lawatan ilmiahnya di Nusantara, Syaikh As-Said Muhammad Ali Al-Azhari berkenan hadir untuk menyapa para akademisi santri dan masyarakat luas dalam majelis Muhadharah Ammah yang diselenggarakan oleh Ma'had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.
Kehadiran beliau di bumi Darul Ulum ini menjadi sebuah anugerah agung serta kesempatan langka bagi para pencari ilmu untuk menimba mata air hikmah langsung dari seorang otoritas keilmuan kontemporer berkaliber internasional.
Pada kesempatan istimewa ini, beliau mengkaji tema yang sangat esensial dan mendalam bagi tradisi intelektual pesantren, yaitu "Menjaga Keaslian Metodologi dan Sanad Tafsir Jalalain".
Kitab Tafsir Al-Jalalain karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi telah lama menjadi mahakarya rujukan utama yang mendarah daging di pesantren-pesantren Indonesia. Melalui kepakaran sanad dan Manhaj Al-Azhar yang beliau miliki, majelis ini mengupas tuntas pentingnya menjaga otentisitas penafsiran, memahami metodologi (manhaj) yang utuh, serta merawat kesinambungan sanad keilmuan. Tujuannya agar pemahaman terhadap ayat-ayat suci Al-Qur'an senantiasa berada dalam koridor Ahlussunnah wal Jamaah yang lurus, bernas, dan bersambung mulia hingga Rasulullah ﷺ.
Pemateri Utama: Dr. As-Sayyid Muhammad Ali (Mudarris Masjid Al-Azhar Kairo, Mesir)
Hari / Tanggal: Ahad, 18 Oktober 2026
Tempat: Aula Kantor Pusat Lantai 2, PP. Darul Ulum Peterongan, Jombang
Sifat Acara: Terbuka untuk Umum
Dari perjalanan hidup beliau, terdapat banyak nilai luhur untuk diteladani:
Kegigihan Menuntut Ilmu Tanpa Batas: Menggabungkan jalur formal akademis hingga Profesor dan jalur nonformal talaqqi hingga meraih Sanad Qira'at 'Asyrah. Teladannya adalah jangan cepat puas dengan satu gelar dan hargailah metode formal maupun nonformal.
Keseimbangan Antara Ilmu Syariat dan Penyucian Jiwa: Sebagai ulama fiqih dan hadis sekaligus pakar tasawuf, beliau membuktikan ilmu tinggi harus dibarengi kebersihan hati dan zuhud. Pintar saja tidak cukup, ilmu harus membuat kita rendah hati.
Produktif dalam Berkarya dan Berbagi: Di tengah kesibukan sebagai birokrat dan dosen, beliau tetap aktif menulis dan mengajar di berbagai majelis. Jadilah manusia yang bermanfaat melalui tulisan atau keahlian sekecil apa pun.
Semangat Dakwah Lintas Batas: Meski sudah menjadi ulama besar, beliau tidak ragu melakukan perjalanan jauh ke pelosok Indonesia. Kita harus memiliki jiwa penjelajah yang membawa manfaat dan menghormati perbedaan budaya.
Menjaga Kehormatan Garis Keturunan dengan Akhlak Mulia: Sebagai Sayyid, beliau tidak menyombongkan nasab mulianya, melainkan membuktikannya dengan dedikasi pada ilmu Al-Qur'an dan pengabdian menjadi Imam. Jika memiliki latar belakang keluarga yang baik, jagalah dengan prestasi dan akhlak santun.
Penyusun: Dewi Sa'iidah Zakiyyah Mubaarokah
Mahasantri Ma'had Aly Darul Ulum Jombang Semester 1