DASAR DARI INTERAKSI ANTAR MANUSIA ADALAH BERBUAT BAIK KEPADA MEREKA (AN TABARRUUHUM) DAN BERLAKU ADIL KEPADA MEREKA (AN TUQSITHUU ILAIHIM).

Dalam Muamalah secara umum, semua diperbolehkan kecuali jika ada aturan yang melarangnya. Maka tiga larangan inilah yang harus dihindari dalam interaksi antar manusia, khususnya interaksi mayoritas dan minoritas.

Dokumentasi

Dalam interaksi antar manusia ada tiga relasi yang dicela dalam Al Qur'an: 

1- Ta'biidun Naas (Memperbudak/Mengeksploitasi Manusia) 

Sebagaimana yang pernah dilakukan Firaun kepada Bani Israil:

وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

"Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil"

(As Syuara': 22)


2- Tadhlilun Naas (Menyesatkan/Memanipulasi Informasi Mereka)

Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh para elit dan pemuka kaum yang dilaporkan kepada Allah oleh pengikut mereka.


وَقَالُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠

"Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)."

(Al Ahzaab: 67)


3- Istidh'afun Naas (Menindas/Merendahkan Manusia)

Sebagaimana yang dilakukan oleh Bani Israil ketika menindas Nabi Harun dan menganggapnya lemah, karena mereka lebih banyak jumlahnya atau menjadi mayoritas yang menyembah anak sapi:


 ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُوا۟ يَقْتُلُونَنِى

"Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku".

(Al A'raf: 150)


Dalam Muamalah secara umum, semua diperbolehkan kecuali jika ada aturan yang melarangnya. Maka tiga larangan inilah yang harus dihindari dalam interaksi antar manusia, khususnya interaksi mayoritas dan minoritas.


Di kehidupan modern, bentuk-bentuk pelanggaran interaksi antar manusia yang dicela Al Qur'an di atas masih sering terjadi di dunia kita, baik antar negara maju-tertinggal, elit-rakyat, maupun mayoritas-minoritas. 

Wallahu A'lam.


----------

Pondok Pesantren Raudlotut Thullab.

Tempuran, Magelang, 19 Nopember 2022.

Dr. KH. M. Afifuddin Dimyathi Lc., M.A

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT