Contoh-contoh dari ayat-ayat Al-Hadhari (yang turun pada saat Rasulullah saw. berada di kampung halaman) itu banyak. Adapun ayat-ayat As-Safari (yang diturunkan pada saat Rasulullah saw. dalam bepergian) itu ada beberapa, antara lain sebagai berikut:
Untuk memahami makna yang dikandung Al-Qur’an, kita perlu menguasai berbagai ilmu pendukung. Ulama klasik menyebutnya ulumul Qur’an (ilmu-ilmu Al-Qur’an).
Kitab tentangnya berlimpah, baik dari khazanah klasik maupun mutakhir.
Secara gemilang, buku ini mengantar kita untuk mengerti ilmu, kisah dan sejarah turunnya Al-Qur’an: bagaimana Nabi Muhammad saw. menerima wahyu dari Tuhan; bagaimana Al-Qur’an menggambarkan dirinya sendiri dalam kaitannya dengan bentuk wahyu dan petunjuk Tuhan lainnya kepada manusia; bagaimana umat Islam menjaga Al-Qur’an dari tradisi lisan ke tradisi tulis meski tradisi yang pertama tidak pernah lenyap dari masa ke masa; bagaimana mereka beserta para mufasir memahami Al-Qur’an dari generasi ke generasi; bagaimana Al-Qur’an bertahan melewati berbagai gejolak sosial politik dan budaya komunitas Islam dan masyarakat dunia secara umum; bagaimana Al-Qu’ran perlu dibaca dalam konteks masa kini dan masa depan.
Oleh karena itu, kami mencoba untuk menyajikan bagian kecil dari peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. yaitu tentang turunnya Al-Qur’an baik saat Nabi Muhammad saw. di kampung halaman (Al-Hadhari) ataupun saat diperjalanan(As-Safari).
Contoh-contoh dari ayat-ayat Al-Hadhari (yang turun pada saat Rasulullah saw. berada di kampung halaman) itu banyak. Adapun ayat-ayat As-Safari (yang diturunkan pada saat Rasulullah saw. dalam bepergian) itu ada beberapa, antara lain sebagai berikut:
Firman Allah: “وَاتَّخِذُوۡا مِنۡ مَّقَامِ اِبۡرٰهٖمَ مُصَلًّى ” (QS. Al-Baqarah: 125).
Ayat ini turun di Makkah pada saat Haji Wada’, berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Jabir, ia berkata: ketika Nabi saw. sedang melakukan thawaf, maka Umar berkata kepadanya, “Apakah ini maqam ayah kita Ibrahim?” Nabi saw. menjawab, “Iya.” Umar berkata,“Mengapa kita tidak menjadikannya sebagai mushala (tempat shalat)?” Maka turunlah ayat tersebut. Ibnu Mardawaih juga mengeluarkan sebuah riwayat melalui ‘Amr bin Maimun dari Umar bin Khathab: Sesungguhnya umar pernah melewati maqam Ibrahim (ketika thawaf), maka ia berkata,“Wahai Rasulullah, mengapa kita tidak shalat di maqam kekasih Tuhan kita?” Nabi saw. menjawab,“Ya.” Umar berkata, “Mengapa kita tidak menjadikannya sebagai mushala?” Maka tidak begitu lama kemudian turun ayat tersebut. Ibnu Al-Hasshar berkata, “Ayat ini turun, mungkin pada saat Rasulullah melakukan umrah al-qadha’ atau ketika ghazwah al-fath (penaklukan Makkah) atau ketika peristiwa Haji Wada’.”
Firman Allah: وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوْاْ الْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا (QS. Al-Baqarah: 189).
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari meriwayatkan dari Az-Zuhri, bahwa ayat ini turun pada saat (Rasulullah saw.) sedang umrah Al-Hudaibiyah. Menurut As-Sudy bahwa ayat ini turun pada saat Haji Wada.
Firman Allah: فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ (QS. Al-Baqarah: 196).
Ayat ini turun di Al-Hudaibiyah, sebagaimana riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari Ka’ab bin ‘Ajazah yang ayat itu turun kepadanya, dan Al-Wahidi dari Ibnu Abbas.
Firman Allah: آمَنَ الرَّسُولُ الآية (QS. Al-Baqarah: 285).
Dikatakan dalam suatu pendapat bahwa ayat ini diturunkan pada saat futuh Makkah dan saya tidak menemukan ada dalilnya.
Firman Allah: وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ الآية (QS. Al-Baqarah: 281)
Ayat ini turun di Mina pada tahun Haji Wada’. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Baihaqi di dalam kitabnya, Ad-Dalail.
Firman Allah: الَّذِينَ اسْتَجابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ (QS. Ali Imran: 172).
Imam Ath-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dengan sanad yang shahih, dari Ibnu Abbas, sesungguhnya ayat ini turun di Hamra’ Al-Asad.
Firman Allah tentang tayamum di dalam surat An-Nisa’ ayat 43.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مِّنكُم مِّن الْغَآئِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Ibnu Mardawaih mengeluarkan sebuah riwayat dari Al-Asla’ bin Syuraik, bahwa ayat ini turun dalam sebagian bepergian Nabi saw.
Firman Allah: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلى أَهْلِها (QS. An-Nisa: 58)
Ayat ini turun pada saat fathu Makkah di tengah Ka'bah, sebagaimana dikeluarkan oleh Sunaid di dalam Tafsir-nya dari Ibnu Juraij, dan Ibnu Mardawaih juga mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas.
Firman Allah: وَإِذا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ الآية (QS. An-Nisa’: 102).
Ayat ini turun di sebuah tempat bernama ’Usfan antara dzuhur dan asar sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi ‘Ayyasy az-Zuraqi.
Firman Allah: يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلالَةِ (QS. An-Nisa’: 176 ).
Imam al-Bazzar dan lainnya mengeluarkan sebuah riwayat dari Hudzaifah sesungguhnya ayat ini turun kepada Nabi saw. Dalam perjalanannya.
Firman Allah: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ (QS. Al-Ma’idah: 3)
Disebutkan dalam ash-Shahih dari Umar, “Sesungguhnya ayat ini turun pada sore hari di Arafah pada hari Jum’at tahun Haji Wada’.” Hadits ini memiliki beberapa jalan periwayatan yang banyak, tetapi Ibnu Mardawaih Mengeluarkan sebuah riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri, sesungguhnya ia turun pada hari Ghadir Khum. Beliau juga mengeluarkan sebuah riwayat yang sama dari hadits Abu Hurairah dan di dalamnya terdapat (keterangan) bahwa itu terjadi pada hari ke-18 Dzulhijjah sepulang Nabi dari Haji Wada’, tetapi kedua riwayat ini tidak benar.
Firman Allah: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ الآية (QS.Al maidah:11).
Ibnu Jarir ath-Thabari mengeluarkan sebuah riwayat dari Qatadah, ia berkata: telah disebutkan kepada kami bahwa ayat ini turun kepada Rasulullah saw. Pada saat berada di tengah kebun kurma dalam peperangan yang ketujuh ketika bani Tsa’labah dan bani Muharib ingin membunuh Nabi. Maka Allah SWT memberitahukan hal itu kepadanya.
Firman Allah: وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ (QS. Al-Ma’idah: 67).
Di dalam Shahih Ibnu Hibban disebutkan dari Abu Hurairah bahwa ayat ini turun ketika (Nabi saw.) sedang dalam bepergian. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih mengeluarkan sebuah riwayat dari Jabir bahwa ayat ini turun di Dzatir Riqa’, di puncak kebun kurma dalam Perang Bani Anmaar.
Firman Allah: إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ الآية (QS. al-Anfal: 9).
Ayat ini turun di Badar juga sebagaimana diriwayatkan oleh Imam atTirmidzi dari Umar.
Firman Allah: وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ (QS. at-Taubah: 34),
Ini turun dalam sebagian bepergian Nabi saw sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dari Tsauban.
Firman Allah: لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيْبًا (QS. at-Taubah: 42).
Ayat ini turun pada saat Perang Tabuk, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas.
Firman Allah: وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّما كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ (QS. at-Taubah: 65).
Ayat ini turun pada saat Perang Tabuk sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar.
Firman Allah: ما كانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا الآية (QS. atTaubah:113).
Imam ath-Thabrani dan Ibnu Mardawaih mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya ayat ini turun ketika Nabi saw. sedang umrah dan turun dari dataran ‘Usfan, kemudian berziarah ke kuburan ibunya, dan beliau memohon izin untuk memintakan ampun ibunya.”
Firman Allah: وَإِنْ كادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ (QS. al-Isra’: 76).
Abu asy-Syekh dan al-Baihaqi di dalam kitabnya, ad-Dalaail, mengeluarkan sebuah riwayat dari jalan periwayatan Syahr bin Khausyab, dari Abdur Rahman bin Ghanam, “Sesungguhnya ayat ini turun di Tabuk.”
Firman Allah: هذانِ خَصْمانِ الآيات (QS. al-Hajj: 19).
Al-Qadhi Jalaluddin al-Bulqini mengatakan, “Secara zahir ayat ini turun pada hari (perang) Badar, pada saat mubaarazah (perang tanding), karena di sini ada isyarat yaitu: haadzaani.”
Firman Allah: أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقاتَلُونَ الآية. (QS. Al-Hajj: 39).
Imam at-Tirmidzi mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata: ketika Nabi saw. diusir dari Makkah, maka Abu Bakar berkata, “Mereka telah mengusir nabinya, benar-benar mereka akan binasa.” Maka turunlah ayat ini. Ibnu al-Hashshar berkata,“Sebagian ulama ber-istinbath hukum berdasarkan hadits ini bahwa ayat ini turun pada Nabi saw. ketika dalam perjalanan hijrah.”
Firman Allah: أَلَمْ تَرَ إِلى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ الآية (QS. Al-Furqan:45).
Ibnu Hubaib berkata, “Ayat ini turun di Thaif,” tetapi saya tidak mendapatkan mustanad (sandaran) terhadap pendapat ini.
Firman Allah: إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ (QS. Al-Qashash: 85)
Ayat ini turun di al-Juhfah dalam perjalanan hijrah, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari adh-Dhahhak.
Firman Allah: وَسْئَلْ مَنْ أَرْسَلْنا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنا الآية (QS. az-Zukhruf: 45).
Ibnu Hubaib berkata, “Ayat ini turun di Baitulmaqdis pada malam Isra’.”
Firman Allah: وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً الآية. (QS.Muhammad: 13).
Imam as-Sakhawi berkata di dalam kitabnya, Jamalul Qur’an: dikatakan bahwa Nabi saw. ketika berhijrah menuju Madinah, beliau berdiri dan melihat Makkah sambil menangis, maka turunlah ayat ini.
Firman Allah: يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى الآية. (QS. Al-Hujurat: 13).
Al-Wahidi mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abi Mulaikah: sesungguhnya ayat ini turun di Makkah pada hari Fath (Makkah), ketika Bilal naik ke atap Kakbah dan mengumandangkan azan. Maka berkata sebagian orang, “Apakah hamba sahaya berkulit hitam itu azan di atap Ka’bah?”
Firman Allah: سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ الآية (QS. Al-Qamar : 45).
Dalam sebuah pendapat dikatakan bahwa ayat ini turun pada hari Perang Badar. Ini diceritakan oleh Ibnu al-Faras, tetapi pendapat ini mardud (ditolak) berdasarkan keterangan yang akan dijelaskan di bagian yang kedua belas. Kemudian aku melihat dari Ibnu Abbas ada sesuatu yang menguatkannya.
Firman Allah: وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ (QS. Al-Waqi’ah: 82).
Ibnu Abi Hatim mengeluarkan sebuah riwayat melalui jalan periwayatan Ya’qub bin Mujahid Abi Khazrah, ia berkata, “Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki dari Anshar dalam Perang Tabuk, ketika mereka turun (singgah) di Al-Hijr, maka Rasulullah saw. Memerintahkan mereka agar tidak membawa air dari daerah itu sedikit pun, kemudian berangkat dan ketika turun di tempat yang lainnya sementara mereka tidak mempunyai air, maka mereka mengeluh. Nabi saw. Lalu berdoa maka Allah mengirimkan awan, kemudian menghujani mereka hingga dapat minum dari air itu. Maka berkata seseorang dari golongan munafiqin, ‘Sesungguhnya kita ini diberi hujan karena ada bintang ini, maka turunlah ayat ini.’
Ayat “al-Imtihan”, yaitu: يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذا جاءَكُمُ الْمُؤْمِناتُ مُهاجِراتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ الآية (QS. Al-Mumtahanah: 10).
Ibnu Jarir ath-Thabari mengeluarkan sebuah riwayat dari az-Zuhri: Sesungguhnya ayat ini turun di bagian bawah Hudaibiyah.
Awal surat Iqra’(اقرأ)
Turun di Gua Hira’, sebagaimana disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
Surat Al-Kautsar.
Ibnu Jarir ath-Thabari mengeluarkan sebuah riwayat dari Sa‘id bin Jubair: sesungguhnya surat ini turun pada hari Hudaibiyah, tetapi ini perlu dilihat kembali.
Surat An-Nashr.
Al-Bazzar mengeluarkan sebuah riwayat, demikian juga Al-Baihaqi di dalam kitabnya, ad-Dalaail, dari Ibnu Umar, ia berkata: surat “idzaa jaa’a nashrullahi wal fath” ini diturunkan kepada Rasulullah Saw. Di tengah-tengah hari-hari tasyrik, maka diketahui bahwa itu adalah wada’ (perpisahan) Nabi, maka Nabi memerintahkan untanya, “alQaswa’”, lalu diberangkatkan. Kemudian Nabi berdiri dan berkhutbah di hadapan shahabatnya, kemudian beliau menyampaikan khutbahnya yang terkenal.
Wa-llahu A’lam Bi As-Shawab
DISUSUN OLEH :
Moh. Nadhir
Moh. Imamul Haromain
Moh. Syafiqul Anam