Syeikh Abdul Aziz Syahawi adalah salah satu ulama senior al-Azhar yang dianugerahi hafalan kuat oleh Allah. Masyhur beliau dikenal sebagai guru besar mazhab Syafi'i di Mesir.
Dokumentasi
Syeikh Abdul Aziz Syahawi adalah salah satu ulama senior al-Azhar yang dianugerahi hafalan kuat oleh Allah. Masyhur beliau dikenal sebagai guru besar mazhab Syafi'i di Mesir.
Beliau bernama lengkap Abdul Aziz bin Ahmad bin Rizq bin Muhammad bin Muhammad bin Ibrahim bin Dusuqi bin Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad As Syahawi bin Syahawi bin Abdul Majid bin Muhammad Syihabuddin bin Muhammad bin Muhammad Abu al-Anwar bin Muhammad Syamsuddin bin Sayidi Musa Abi al- Imran (Saudara Imam Ibrahim Addusuqi) bin Sayidi Abdul Aziz bin Ali Quraisy bin Muhammad Abi Najjar bin Zainal Abidin bin Abdul Khaliq bin Muhammad Abu Thayyib bin Abu Muhammad Abdullah al-Katim bin Abdul Khaliq bin Musa al-Qa'im bin Ja'far Az -zaki bin Imam Ali Al-Hadi bin Imam Muhammad al-Jawwad bin Imam Ali Ridha bin Imam Musa al-Kadzim bin Imam Ja'far Asshadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib suami dari Sayyidah Fathimah Azzahra' putri Baginda Nabi Muhammad Saw.
Jalur nasab di atas menunjukkan bahwa Jalur beliau merupakan salah satu dzuriyah Rasulullah saw.
Syeikh Abdul Aziz Syahawi lahir di desa Nimrat el-Bashal provinsi Gharbiyah Mesir, pada tanggal 22 Jumadil Ula tahun 1364 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 5 Mei 1945 Masehi.
Jalur Keilmuan
Syaikhuna Al-Allamah As-Sayyid As-Syariff Abdul Aziz As-Shahawi hafizahullah belajar banyak disiplin ilmu secara bertalaqqi (dirayah) kepada ulama-ulama berikut:
1. al-Allamah As-Sayyid As-Syariff As-Syeikh Abdul Hamid As-Shahawi rahimahullah, beliau belajar kepada:
2. Al-Allamah As-Sayyid As-Syariff Abdul Majid As-Shahawi rahimahullah, beliau belajar kepada:
3. al-Allamah As-Syaikh Umar bin Jaafar As-Syabrawi rahimahullah (pengarang Syarah Wirdul Sihr), beliau belajar kepada:
4. Al-Allamah al-Imam Syaikhul Islam Wal Muslimin , Syaikhul Akbar Ibrahim al-Bajuri rahimahullah, beliau belajar kepada:
5) Al-Allamah al-Imam Syaikhul Islam wal Muslimin, Syaikhul Akbar Abdullah As-Syarqawi rahimahullah. Sanad beliau masyhur disebut di dalam Tsabat beliau dan bersambung hingga Imam al-Imam A'dzom Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi'i radhiyallahu anhu.
Muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Syahawi di Ma'had Aly Darul Ulum.
السلام عليكم ورحمة الله
Setelah beliau mengucapkan rasa syukur dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. beliau mengungkapkan betapa bahagianya bisa hadir di Ponpes Darul ulum, beliau mengatakan ini sesuatu kehormatan bagi beliau bisa hadir di tengah-tengah orang yang mulia dan penuh berkah ini. Beliau menyampaikan bahwa hal yang paling mulia di dunia ini dan ada dalam kehidupan ini adalah ahlul Qur'an, beliau mengutip firman Allah SWT.
ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚوَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚوَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (Q.S fathir: 32).
Beliau menegaskan tentang keutamaan yang sangat besar yang diberikan Allah SWT. Kepada ahlul Qur'an dan beliau mengatakan " Jadi pertama yang di turunkan Allah ke dunia ini adalah Al-Qur'an, yaitu Kitabullah ". Keutamaan orang yang membaca Al Qur'an/ menghafal Al-Qur'an dan mengajarkan Al Qur'an mempunyai keutamaan yang sangat jelas. Rasulullah Saw menyebutkan ada beberapa golongan yang jasadnya tidak dimakan oleh bumi, diantaranya adalah orang yang membaca Al-Qur'an, orang yang syahid dan seorang muadzin yang mengharap pahala di sisi Allah SWT.
Beliau juga memberikan wasiat kepada kita agar memegang teguh Al Qur'an baik secara membaca/ mentadaburinya. Membaca Al-Qur'an dengan Qiroah sab'ah atau Asyra yang mana umat telah sepakat bahwa qiroah mereka adalah mutawatir, adapun maksud mutawatir menurut beliau adalah benar bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Beliau menyampaikan bahwa keutamaan Allah yang di berikan kepada umat ini adalah Allah memuliakan umat ini dengan mengutus Rasulullah Saw. diantara risalah yang di bawa Rasulullah Saw. adalah tabyinul Qur'an yaitu menjelaskan Al Qur'an. Kemudian risalah tabyinul Qur'an tersebut estafetnya di pegang para sahabat R.hum, para tabi'in dan seterusnya. Oleh karena itu para sahabat adalah mujtahidun, masing-masing dari mereka adalah para mujtahid. Adapun pahala dari orang yang berijtihad adalah apabila seseorang berijtihad dan benar, maka dia mendapat dua pahala dan jika salah, maka dia mendapatkan satu pahala.”[HR. Muslim : Amer bin Al-Ash].
Kemudian beliau mengutip hadits Rasulullah SAW. tentang sahabat Muadz yang di utus pergi ke Yaman untuk menyampaikan kewajiban sholat 5 waktu dan zakat.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ " كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ " . قَالَ أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ . قَالَ " فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ" قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
قَالَ " فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلاَ فِي كِتَابِ اللَّهِ " قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلاَ آلُو. فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَدْرَهُ وَقَالَ " الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ "
"Bagaimana kamu memutuskan perkara jika diajukan perkara kepadamu dalam urusan hukum? Muaz menjawab, saya akan putuskan dengan kitab Allah. Nabi SAW bertanya kembali, “Bagaimana jika tidak engkau temukan dalam kitab Allah? “Saya akan putuskan dengan sunnah Rasulullah, jawab Muadz. Rasulullah bertanya kembali, jika tidak engkau dapatkan dalam sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitab Allah? Muadz menjawab, saya akan berijtihad dengan pemikiran saya dan saya tidak akan berlebih-lebihan. Maka Rasulullah SAW menepuk dadanya seraya bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah menyamakan utusan dari utusan Allah sesuai dengan yang diridhai Rasulullah.” (HR Abu Daud).
Kemudian Syaikh Abdul Aziz Syahawi menjelaskan tentang mengikuti 4 imam madzhab, beliau mengatakan bahwa para imam madzhab berada dalam petunjuk Allah SWT. Mereka dalam kebenaran, kenapa mereka memiliki keistimewaan seperti itu dan ilmu mereka di pelajari sampai sekarang, karena ada kelebihan dalam bidang kodifikasi kitab mereka. Kodifikasi kitab ini merupakan keistimewaan/kelebihan.
Akan tetapi keistimewaan bukan berarti keutamaan, misalnya para Syuhada itu hidup di sisi Allah SWT dan di beri rezeki, akan tetapi apakah para Syuhada lebih utama dari pada Ulama? Jawabnya adalah para Ulama lebih utama dari para Syuhada, bahkan jika di timbang antara darahnya para Syuhada dengan tintanya para Ulama, maka itu lebih berat tintanya para Ulama dibandingkan dengan darahnya para Syuhada. Kemudian dari mana ilmu yang di dapat oleh para imam madzhab itu? Ilmu yang di dapat oleh para imam madzhab itu adalah dari Sayidina Abu Bakar as-Shidiq R.hu. Syaikh Abdul Aziz mengatakan apabila seluruh ilmu para Ulama dibandingkan dengan ilmunya Sayidina Abu Bakar R.hu. maka tidak sebanding setetes pun. Karena Sayidina Abu Bakar R.hu adalah afdholul umah, beliau adalah umat yg paling utama dan paling berani, beliau Sayidina Abu Bakar R.hu adalah manusia paling utama setelah para Nabi dan Rasul.
Kemudian di akhir muhadhoroh beliau Syaikh Abdul Aziz Syahawi mengijazahkan ammah kutub Syafi'iyah kepada para hadirin yang hadir di Ponpes Darul Ulum dan di tutup dengan doa bersama...
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
Jombang, 20 Juli 2022
Mohammad Syafiqul Anam
(Mahasantri Ma'had Aly Darul Ulum Semester 1)