Ma’had Aly Darul Ulum Jombang Laksanakan Kunjungan Ilmiah ke LPMQ Kemenag RI

Melalui rangkaian kunjungan ilmiah ini, diharapkan para mahasantri Ma’had Aly Darul Ulum Jombang memperoleh wawasan yang utuh dan komprehensif terkait praktik pentashihan mushaf Al-Qur’an, serta mampu mengembangkan kajian keilmuan Al-Qur’an secara akademik dan aplikatif di tengah masyarakat.

Dokumentasi


Jakarta — Ma’had Aly Darul Ulum Jombang melaksanakan kunjungan ilmiah ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan mahasantri, khususnya dalam bidang kajian Al-Qur’an dan ilmu-ilmu pendukungnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Lantai 4, Ruang Aula Syaikh Nawawi Al-Bantani, Gedung BQMI, Jakarta, dan berlangsung dalam dua tahap, yaitu kunjungan mahasantri putra dan mahasantri putri.

Kunjungan mahasantri putra dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026 hingga Rabu, 28 Januari 2026, dan diikuti oleh 21 mahasantri. Adapun kunjungan mahasantri putri dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari hingga Jum’at, 30 Januari 2026, dengan jumlah peserta 27 mahasantri.

Rombongan kunjungan ilmiah ini didampingi oleh para asatidz: Ust. H. Nur Huda, S.Pd.I., Ust. H. Sholihan, S.Ag., Ust. Nanang Qosim, M.Pd., Ust. Yusuf Hidayatulloh, S.Pd., Ust. Amirul Muttaqin, S.Pd., dan Ust. Faqih Usman, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ust. H. Nur Huda, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kunjungan ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan mahasantri, tidak hanya pada tataran konseptual, tetapi juga pada pemahaman yang lebih utuh dan aplikatif.

Ia mengawali penjelasannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam QS. Maryam ayat 52:

وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا
“Dan Kami dekatkan dia untuk bermunajat.”

Menurutnya, ayat tersebut memberikan isyarat bahwa kedekatan dengan sumber kebenaran dan ilmu merupakan buah dari peningkatan kualitas. Kedekatan tersebut menunjukkan tingkat pemahaman, kedalaman, serta tanggung jawab yang lebih tinggi.

Ust. Nur Huda menegaskan bahwa dalam dunia keilmuan, pengetahuan tidak cukup berhenti pada pengenalan secara umum, tetapi perlu didekatkan kepada sumber dan praktiknya agar menjadi utuh dan bermakna. Selama ini, mahasantri mengenal LPMQ secara konseptual, namun belum memahami secara langsung tempat, proses, serta mekanisme kerja pentashihan mushaf Al-Qur’an.

Hal tersebut, lanjutnya, selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isrā’ ayat 1, yang menunjukkan bahwa perjalanan merupakan sarana untuk memperoleh pemahaman dan pengenalan yang lebih mendalam.

“Melalui kunjungan ilmiah ini, kami berharap mahasantri tidak hanya mengetahui LPMQ secara nama, tetapi juga memahami secara langsung proses penjagaan kemurnian Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh LPMQ. Ini merupakan bagian dari ikhtiar peningkatan kualitas keilmuan,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para mahasantri mengikuti kuliah ilmiah dengan tema “Menjaga Keotentikan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia: Standar Kredibilitas Pentashih dan Metodologi Rasm, Waqaf, serta Pentashihan.”

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Fahrur Rozi, pentashih mushaf Al-Qur’an LPMQ, yang membahas secara khusus tentang ilmu waqaf dan ibtida’. Ia menekankan pentingnya penguatan tradisi keilmuan melalui kajian akademik dan karya tulis dalam bidang Al-Qur’an.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Zainal Arifin Madzkur, pentashih mushaf Al-Qur’an LPMQ, yang mengulas tentang ilmu rasm dan dhabt dalam Mushaf Standar Indonesia serta perbedaannya dengan mushaf yang digunakan di berbagai kawasan dunia Islam.

Melalui kegiatan kunjungan ilmiah ini, diharapkan para mahasantri Ma’had Aly Darul Ulum Jombang memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan mendalam mengenai praktik pentashihan mushaf Al-Qur’an, serta mampu mengembangkan kajian keilmuan Al-Qur’an secara akademik dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.


Yusuf Hidayatulloh 

Perpus, IT & Media

Ma’had Aly Darul Ulum Jombang 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT