MAHASANTRI MA'HAD ALY PERDALAM ILMU BALAGHAH DAN FIQIH KITAB FATHU AL- MU'IN

Kitab ini dikaji oleh ustadz senior asrama Ma'had Aly, M. Surury Zulfa, S. Th.i. Isi dari kitab ini adalah fiqih yang lumayan lengkap penjelasannya, akan tetapi tergolong kitab sulit untuk dipahaminya, sehingga mahasantri harus berulang-ulang membacanya agar paham.

Dokumentasi

Ma'had Aly Daru Ulum Jombang mempunyai kebijakan bahwa suluruh mahasantri wajib tinggal di asrama, bagi mahasantri yang berkeluarga diberi rukhshoh (keringanan) tidak tinggal di asrama, tapi wajib mengikuti seluruh kegiatan yang dijadwalkan Ma'had Aly.

Kebijakan ini dipandang penting, karena untuk menjaga standar proses kwalitas keilmuan mahasantri. Di asrama, mahasantri wajib mengikuti pengajian-pengajian kitab kuning yang dijadwalkan oleh musyrif asrama. Seluruh kajian-kajian keilmuan di asrama berbasis kitab kuning dari bermacam fan ilmu. 

Untuk mahasantri semester satu ini, selepas shalat Maghrib mereka wajib mengaji kitab kuning, diantaranya; Kitab Irsyadu al-Daarisiin, Fath al-Mu'in, Ihya' Ulumi ad-Din, dan Mafahim Yajibu an-Tusahhah 

Disamping kegiatan ngaji ala kitabiyah salafiyah, mahasantri mulai jam 20.00-22.30 WIB juga wajib mengikuti kegiatan tafaqquh fiddin, kegiatan ini merupakan wadah untuk meningkatkan skill mahasantri, seperti kemampuan berdebat ala bahtsul masail, diskusi tematik dan penulisan karya ilmiah.

Kajian kitab kuning mahasantri Ma'had Aly di asrama pondok induk pada malam ini (5 Agustus 2022) adalah kajian kitab Fathu al-Mu'in, karya Ahmad Zainuddin al-Fanani. Kitab Fathu al-Mu'in merupakan salah satu kitab yang banyak keindahan bahasa di dalamnya, seperti  Jinas; jinas adalah keserupaan dua lafadz dalam pengucapan, akan tetapi keduanya mempunyai makna yang berbeda. Jinas dalam bahasa Indonesia biasanya mirip dengan istilah kata homofon. Homofon adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain, tetapi berbeda dari segi maksud.

Kitab ini dikaji oleh ustadz senior asrama Ma'had Aly, M. Surury Zulfa, S. Th.i. Isi dari kitab ini adalah fiqih yang lumayan lengkap penjelasannya, akan tetapi tergolong kitab sulit untuk dipahaminya, sehingga mahasantri harus berulang-ulang membacanya agar paham.

Harapan kajian kitab fiqih ini, mahasantri mampu memahami fiqih secara mendalam, bisa istimbatul hukum (menggali hukum) dengan baik, sehingga mereka mampu menjawab problema keagamaan umat, baik yang maudh'uiyah maupun yang waqi'iyah. 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT