Pada sesi ini beliau menjelaskan sistem Ma'had Aly Darul Ulum secara urut. Mulai dari visi-misi Ma'had Aly sendiri hingga nomenklatur Takhassus Ma'had Aly secara umum versi Kemenag. Yang pada akhirnya menjelaskan secara detail tentang tema dan kajian ulum al-Qur'an. Tentunya ini adalah hal yang menarik bagi seluruh peserta karena disini mereka diminta untuk praktek dan kemudian menambah keseruan disaat mereka mempresentasikan outline karyanya di hadapan peserta lain di penghujung acara.
Pada hari lahirnya Pancasila, 01 Juni 2024, Ma'had Aly mengadakan acara pelatihan penulisan karya ilmiah al-Qur'an berbahasa Arab dengan 2 tema; "Karya Ilmiah Berbahasa Arab Untuk Kajian Ilmu Al-Qur'an" Yang langsung dibimbing oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Adab khusunya di bidang Bahasa Arab, Dr. Nasaruddin Idris Jauhar, M.Ed., dan "Tema-Tema Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Perumusan Masalahnya" yang di pandu oleh dosen potensial alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir, dari Ma'had Aly Darul Ulum.
Acara yang pesertanya adalah seluruh mahasantri Ma'had Aly Darul Ulum dan peserta umum, ini bertempat di kantor pusat Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang lantai II.
Sebagai pembuka acara, Mudir Ma'had Aly Darul Ulum, Dr. KH. M. Afifuddin Dimyathi Lc. MA., menyampaikan beberapa poin terkait tema yang diangkat, bahwa dengan menghadirkan sosok Guru Besar UIN Sunan Ampel diharapkan mampu mengenalkan kepada mahasantri beberapa uslub serta trik menulis karya Ilmiah berbahasa Arab.
Kemudian beliau menambahkan alasan/faktor penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa Arab;
1. Mengikuti jejak para ulama Islam.
2. Bahasa Arab adalah bahasa internasional islam.
3. Bahasa Arab adalah bahasa penyambung antar generasi yang paling stabil.
Yang pada intinya sebagai pengkaji al-Qur'an, pastinya akan mengaitkan kegunaan Bahasa Arab dengan al-Qur'an, yang pasti dijaga oleh Allah SWT, beliau mengutip
إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحفظون
(QS.Al-Hijr: 9)
Ketika al-Qur'an terjaga, maka semua komponen dan fasilitas didalamnya akan ikut terjaga, termasuk Bahasa Arab. Maka dengan ini, tulisan yang berbahasa Arab akan tahan lama hingga beribu-ribu tahun, karena jangkauan kemanfaatannya yang sangat luas dibandingkan dengan bahasa lain. Inilah hikmah dari penulisan ilmiah berbahasa Arab. Kemudian beliau berpesan kepada mahasantri pada akhir pembukaan, supaya menanamkan tekat dalam menekuni bidang ini.
Pada sesi materi I, Dr. Nasaruddin Idris Jauhar, M.Ed. memulai untuk menjelaskan beberapa hal yang berkaitan pada tema acara I. Beliau menyampaikan bahwa ada hal terpenting yang perlu diperhatikan saat belajar Bahasa Arab, yaitu mencatat. Karena setiap orang yang mencatat pasti memliki rencana setelah itu, ini adalah proses pencapaian ilmu yang efektif.
Kemudian beliau mengutip prinsip pendidikan dalam al-Qur'an,
خيركم من تعلم القرآن و علمه
Biasanya hadits ini dikutip ketika membicarakan tentang keutamaan belajjar dan mengajarkan al-Qur'an. Namun beliau memaparkan bahwa substansi hadits ini adalah konsep literasi di dunia islam. Ta'allum (balajar) akan berkualitas jika diikutkan ta'lim (memanfaatkan hasil belajar) setelahnya. "Jadi kalau proses kita saat ini berada di kelas ta'allum, maka kualitasnya bergantung pada ta'lim apa setelah ini." Ucap beliau diakhir muqaddimah.
Memasuki materi, beliau menjelaskan beberapa contoh karya ilmiah Bahasa Arab dengan menampilkan contoh dan kriteria karya ilmiah bahasa Arab yang benar, dan memberikan contoh kata-kata penghubung yang sering digunakan dalam menyusun karya ilmiah berbahasa Arab. Dari sinilah mulai nampak sisi keahlian dari beliau.
Ditengah-tengah menjelaskan, beliau sangat mengapresiasi mahasantri yang mampu memberikan contoh berbahasa Arab. Tak hanya itu, hal serupa juga diterima oleh mahasantri yang aktif dan kemudian foto bersama diakhir sesi.
Dilanjutkan dengan sesi materi II, yaitu pembahasan yang cenderung pada pengaplikasian pembahasan sebelumnya, yang nantinya mengangkat tema dan judul karya ilmiah yang akan dipilih peserta pelatihan. Dalam hal ini, dosen Ma'had Aly Darul Ulum, Dr. Amrulloh, Lc. M.Th.I., langsung membimbing seluruh peserta pelatihan.
Pada sesi ini beliau menjelaskan sistem Ma'had Aly Darul Ulum secara urut. Mulai dari visi-misi Ma'had Aly sendiri hingga nomenklatur Takhassus Ma'had Aly secara umum versi Kemenag. Yang pada akhirnya menjelaskan secara detail tentang tema dan kajian ulum al-Qur'an. Tentunya ini adalah hal yang menarik bagi seluruh peserta karena disini mereka diminta untuk praktek dan kemudian menambah keseruan disaat mereka mempresentasikan outline karyanya di hadapan peserta lain di penghujung acara.
Moh. Imamul Haromaen
Mahasantri Semester 4
Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum Jombang