Mengupas Makna Al-Qur'an Bersama KH Thoyfur Ali Wafa: Hari Ketiga Pekan Ngaji Tafsir Nusantara

KH Thoyfur mengakhiri pertemuan dengan mengijazahkan kitab Firdaus al-Na’im kepada para peserta Pekan Ngaji Tafsir Nusantara. Beliau juga memohon maaf atas keterbatasannya hadir secara langsung, serta memanjatkan doa untuk kesehatan dirinya dan para peserta.

Pada hari ketiga Pekan Ngaji Tafsir Nusantara di Ma’had Aly Darul Ulum, suasana kajian berbeda dari hari-hari sebelumnya. KH Thoyfur Ali Wafa tidak dapat hadir secara langsung karena kondisi kesehatan beliau, sehingga acara dilaksanakan melalui Zoom Meeting. Meskipun demikian, semangat dan kekhusyukan para peserta di tempat acara tetap terjaga.

Acara diawali dengan pembacaan istighosah, dilanjutkan dengan sambutan oleh KH Hamid Bishri. Selanjutnya, acara inti dimoderatori oleh Agus M. Izzudin, yang membuka sesi dengan menyampaikan biodata singkat dan perjalanan keilmuan KH Thoyfur Ali Wafa. Beliau menguraikan bahwa KH Thoyfur mengawali pendidikannya di bawah asuhan ayahnya sendiri, sebelum melanjutkan studi di Makkah Al-Mukarramah. Di sana, KH Thoyfur berguru kepada ulama besar seperti Syekh Ismail Utsman Al-Zein dan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

Melalui pertemuan daring ini, KH Thoyfur menyampaikan tiga poin utama yang sering ditanyakan oleh para mahasiswa:

1. Tujuan Menulis Tafsir Firdaus al-Na’im

Sebagaimana yang tertulis dalam muqaddimah kitab, niat beliau adalah membantu para pembaca dan pecinta Al-Qur'an agar dapat:
تَفَهُّمْ لِمَعَانِيهِ وَتَدَبُّر لِآيَاتِهِ
"Memahami makna Al-Qur'an dan mentadabburi ayat-ayatnya."

Beliau menekankan besarnya pahala membaca Al-Qur'an, mengutip Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an tanpa memahami maknanya mendapat 1-100 pahala per huruf, sedangkan membaca sambil memahami maknanya akan memperoleh pahala yang jauh lebih besar.

Awalnya, kitab ini direncanakan hanya satu jilid yang mencakup tafsir juz 1 hingga 30. Namun, atas pertolongan Allah, kitab ini berkembang menjadi enam jilid. Dalam penulisannya, KH Thoyfur banyak merujuk pada kitab tafsir lain seperti Tafsir al-Khazin dan Ruh al-Ma’ani. Beliau juga menyisipkan keterangan fikih dari empat mazhab, serta menjelaskan asal-usul turunnya surat, jumlah ayat, kata, dan huruf setiap surah.

2. Alasan Penamaan Firdaus al-Na’im

KH Thoyfur menjelaskan bahwa nama Firdaus al-Na’im dipilih dengan harapan agar kitab ini menjadi wasilah untuk menuju surga Firdaus bagi beliau sendiri dan para pecinta Al-Qur'an.

3. Biografi Singkat KH Thoyfur Ali Wafa

KH Thoyfur memutuskan untuk menulis autobiografi dalam bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh murid-murid beliau.

Di akhir kajian, KH Thoyfur juga menjelaskan historiografi penyusunan Al-Qur'an, dimulai dari zaman Nabi Muhammad, lalu pada masa Sayyidina Abu Bakar, hingga masa Sayyidina Utsman bin Affan. Pada masa Khalifah Utsman, Al-Qur'an dikodifikasi menjadi mushaf agar terhindar dari perbedaan bacaan, menyusul wafatnya banyak penghafal Al-Qur'an dalam perang. Mushaf tersebut kemudian diduplikasi menjadi empat hingga delapan salinan, yang disebar ke kota-kota besar seperti Mekkah, Basrah, Kufah, dan Syam.

Khususiyah Surat Al-Fatihah

Sebelum mengakhiri, KH Thoyfur sedikit membahas keistimewaan Surat Al-Fatihah. Meskipun bukan ayat pertama yang diturunkan, penempatannya di awal Al-Qur'an adalah isyarat agar umat manusia selalu bersyukur dan memuji Allah. Umat Nabi Muhammad disebut sebagai umat hammadun (umat yang banyak bersyukur dan memuji Allah). Bahkan dalam keadaan sakit parah sekalipun, mereka tetap mengucapkan "Alhamdulillah" sebelum menjelaskan kondisi mereka.

Penutup dan Ijazah Kitab

KH Thoyfur mengakhiri pertemuan dengan mengijazahkan kitab Firdaus al-Na’im kepada para peserta Pekan Ngaji Tafsir Nusantara. Beliau juga memohon maaf atas keterbatasannya hadir secara langsung, serta memanjatkan doa untuk kesehatan dirinya dan para peserta.

Kontributor
Naily Syarofah Maulidiyah (Semester IV)
Shafira Innatus Solicha Putri (Semester II)

Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum Jombang

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT