Kajian Pekan Tafsir Nusantara yang diselenggarakan oleh Ma’had Aly Darul Ulum Jombang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pelajar tentang betapa kaya khazanah tafsir yang telah diwariskan oleh ulama Nusantara. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk memotivasi para santri agar dapat mengikuti jejak para mufassir dalam menulis karya ilmiah berbasis turats. Hal ini sejalan dengan pesan Mudir ‘Am Ma’had Aly Darul Ulum Jombang, KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi, yang senant
Dokumentasi
Tulisan merupakan bagian dari budaya literasi, yang pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari aktivitas penulisan itu sendiri. Sepanjang sejarah, telah lahir berbagai karya ulama yang menjadi pejuang literasi dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk dalam bidang tafsir. Kitab-kitab tafsir yang telah ditulis turut memperkaya khazanah keilmuan Islam, mencerminkan upaya ulama dari berbagai tempat dan zaman dalam mendokumentasikan pemikiran mereka dengan tinta emas. Karya-karya tersebut tetap abadi dan tidak lekang oleh waktu, termasuk karya ulama Nusantara dari berbagai generasi, baik pada era klasik maupun kontemporer—dari Hamzah Fansuri di abad ke-16 hingga para ulama masa kini.
Bagi seorang santri yang telah dibekali dengan kekayaan keilmuan, literasi menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Ilmu yang begitu kompleks menuntut para santri untuk berpikir kritis. Dari pemikiran kritis inilah kemudian lahir inspirasi untuk menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis sebagai hasil refleksi keilmuan.
Ilmu tafsir merupakan disiplin ilmu yang kompleks karena merupakan metode para ulama dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab. Untuk memahami Al-Qur'an dengan baik, diperlukan penguasaan berbagai cabang ilmu, seperti balaghah untuk menemukan gaya bahasa (uslūb) khusus, fiqh untuk menggali hukum dari ayat-ayat ahkam, serta nahwu dan sharf untuk memahami tata bahasa. Selain itu, terdapat pula ilmu-ilmu yang berkembang dari aktivitas penulisan, seperti ilmu qira’at, ilmu rasm, dan ilmu ‘adad al-āy. Mengingat Al-Qur'an adalah firman Allah yang melampaui daya nalar manusia, perbedaan penafsiran pun menjadi keniscayaan karena latar belakang dan cara berpikir yang beragam dalam memahami wahyu Ilahi.
Kajian Pekan Tafsir Nusantara yang diselenggarakan oleh Ma’had Aly Darul Ulum Jombang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pelajar tentang betapa kaya khazanah tafsir yang telah diwariskan oleh ulama Nusantara. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk memotivasi para santri agar dapat mengikuti jejak para mufassir dalam menulis karya ilmiah berbasis turats. Hal ini sejalan dengan pesan Mudir ‘Am Ma’had Aly Darul Ulum Jombang, KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi, yang senantiasa mendorong para santri untuk menulis sebagai bagian dari proses pembelajaran serta sebagai upaya memperkaya warisan keilmuan Islam.
Sebagai penutup, semoga kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi para santri Pondok Pesantren Darul Ulum, khususnya mahasantri Ma’had Aly Darul Ulum, agar semakin giat dalam menulis dan menerbitkan karya-karya ilmiah. Dengan demikian, mereka dapat meneladani perjuangan para mufassir Nusantara dan berkontribusi bagi kejayaan keilmuan Islam dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Isma'il Hasyim M
Mahasantri Semester 3
Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum