Resensi Kitab Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam Karya KH. Zamroji Halim

Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam karya KH. Zamroji Halim adalah karya yang menunjukkan keluasan ilmu dan bacaan penulisnya. Kitab ini sangat layak untuk dibaca dan dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam adalah sebuah kitab tafsir yang diterbitkan oleh Ma'had Mamba' al-Khoiriyyah al-Islamiyah Jember. Kitab ini ditulis oleh KH. Zamroji Halim, yang juga dikenal dengan nama pena Abdulhalim al-Halimi Abi Hatim al-Asham, pengasuh Yayasan Pendidikan Pondok (YPP) Mamba'ul Khoiriyyatil Islamiyah (MHI) Jember. Kitab ini merupakan tafsir 30 juz yang diterbitkan dalam dua jilid di Indonesia.

Penyusunan tafsir ini mencakup seluruh isi Al-Qur'an dengan pendekatan berbasis kaidah bahasa, sastra, dan fikih. Kitab ini juga memuat berbagai riwayat dari Nabi Muhammad ﷺ, para sahabat, dan tabi'in yang relevan untuk memahami Al-Qur'an. Penyusunan dilakukan secara sistematis, mengikuti urutan mushaf dan susunan ayat-ayat.

Metode Penafsiran

KH. Zamroji Halim menggunakan metode tafsir ijmali (global), yang berfokus pada penyajian inti makna ayat-ayat secara garis besar. Tafsir ini menjelaskan kosa kata yang dianggap asing serta kaitan antar-makna dalam ayat tanpa membahas detail yang terlalu mendalam. Penjelasan disampaikan dengan gaya bahasa yang singkat, jelas, dan mudah dipahami sehingga makna dan tujuan ayat dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

Struktur Penulisan

  1. Pendahuluan Surah Penulisan dimulai dengan informasi tentang nama surah, statusnya sebagai Makkiyah atau Madaniyah, serta pendapat ulama jika terdapat perbedaan. Selain itu, disebutkan pula jumlah ayat, jumlah kata, dan jumlah huruf dalam surah tersebut.

  2. Penjelasan Ayat Ayat-ayat Al-Qur'an disusun secara berurutan, diikuti penjelasan kosa kata atau struktur kalimat yang dianggap penting. Pada bagian tertentu, hukum-hukum fikih yang berkaitan dengan ayat tersebut juga dijelaskan berdasarkan pendapat para ulama terpercaya, baik dari kalangan ulama Arab maupun Indonesia.

Keunikan dan Contoh Penafsiran

Salah satu keunikan tafsir ini adalah kemampuannya menjawab persoalan-persoalan tentang penafsiran ayat. Sebagai contoh, dalam menafsirkan [QS. An-Nisa': 1]:

)يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ) آدم أبيكم عليه السلام ( وَخَلَقَ منها ) من نفس آدم ( زَوْجَهَا( حواء أمكم

KH. Zamroji Halim menjelaskan bahwa "نفس واحدة" (jiwa yang satu) merujuk pada Nabi Adam ‘alaihissalam, sementara "وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا" (dan Dia menciptakan pasangannya darinya) merujuk pada Hawa’. Namun, beliau juga mencantumkan penafsiran dari Nazwar Syamsu, seorang penulis dan pemikir Islam asal Padang, Sumatera Barat. Nazwar menyatakan bahwa "نفس واحدة" merujuk pada Hawa, dan "وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا" merujuk pada Nabi Adam. Pendapat ini didasarkan pada penggunaan lafaz "زوج" dalam bahasa Arab yang biasanya merujuk pada laki-laki yang menikahi perempuan. Meski demikian, KH. Zamroji Halim lebih memilih pandangan beliau sendiri yang didasarkan pada pendapat ulama salaf.

Kesimpulan

Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam karya KH. Zamroji Halim adalah karya yang menunjukkan keluasan ilmu dan bacaan penulisnya. Kitab ini sangat layak untuk dibaca dan dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Inilah sekelumit catatan resensi mengenai Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam karya KH. Zamroji Halim.


M. Rahmat Ramadhan (mahasantri semester 3)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT