Banyak sekali contoh dari An-Nahari (ayat-ayat yang turun pada siang hari ), Sedangkan ayat yang turun pada malam hari ada beberapa contoh sebagai berikut;
Banyak sekali contoh dari An-Nahari (ayat-ayat
yang turun pada siang hari ), Sedangkan ayat yang turun pada malam hari ada beberapa contoh sebagai berikut;
Ayat tentang perpindahan
arah kiblat, Dalam kitab sahih Bukhori
dan sahih Muslim disebutkan dari hadis Ibnu Umar ketika para sahabat sedang
melaksanakan sholat subuh di masjid Quba’ kemudian ada seseorang yang datang
kepada sahabat yang sedang sholat seraya berkata; “Sesungguhnya telah
diturunkan pada Nabi Muhammad pada malam ini dan beliau diperintahkan umtuk
menghadap kiblat”. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas ; Sesungguhnya Nabi
Muhammad sesaat ketika sedang sholat ke arah Baitul Maqdis maka turunlah ayat
ini : [ البقراة ١٤٤ ] قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ
Maka ada seseorang
laki-laki dari Bani Salamah, ketika sedang ruku’dalam sholat subuh dan telah
menyelesaikan satu roka’at kemudian
laki-laki itu menyeru kepada sahabat yang sedang melaksanakan sholat ; “Ingat bahwasannya
kibtal telah dipindahkan seketika itu
mereka semua menghadap ke arah kiblat”. Akan tetapi dalam sahih Bukhori
dan sahih Muslim pada sebuah riwayat Al-Bara’ : “Sesungguhnya Nabi SAW sholat
ke arah Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan dan Nabi merasa senang ketika
kiblatnya dipindahkan ke arah Baitullah”. Sesungguhnya hal ini merupakan awal
kali sholat ashar dan para sahabat ikut sholat bersama Nabi Muhammad, maka
keluarlah dari seseorang yang juga ikut sholat bersama Nabi laki-laki tersebut
melewati penghuni masjid yang sedang dalam keadaan ruku’ dengan berkata : “Aku
bersaksi demi Allah aku telah melakukan sholat bersama Rosulullah ke arah
Ka’bah”, maka mereka memutar diri sepertihalnya nabi menghadap kiblat ke arah
Ka’bah, hal ini membuktikan bahwasannya ayat ini turun waktu Siang antara
Dhuhur dan Ashar.
Al-Qodhi Jalaluddin
Al-Bulqini berkata : “Pendapat yang lebih unggul sesuai dengan tujuan adalah
turunnya ayat tersebut di waktu malam, karena permasalahan ahli Quba’ adalah di
waktu subuh, tempat yang dekat dengan madinah adalah Quba’, maka jauh
kemungkinannya jika Rosulullah SAW mengakhirkan penjelasannya kepada mereka
dari Ashar ke Subuh”.
Ibnu Hajar berkata :
“Pendapat yang lebih kuat adalah turunnya ayat tersebut di waktu siang. Hal ini
merupakan jawaban dari hadis Ibnu Umar bahwa kabar itu sampai pada waktu Ashar kepada
orang-orang yang ada di dalam kota madinah dan mereka itu Bani Haritsah dan
sampai pada waktu Subuh orang-orang yang diluar madinah mereka adalah Bani
‘Amar bin Auf penduduk Quba’, sedangkan pendapat “ telah diturunkan kepada Nabi
pada malam itu” termasuk pengucapan Al-Laili atas sebagian hari yang
sudah berlalu dan hari berikutnya”.
Imam Suyuthi berpendapat
bahwa yang menguatkan pendapat Ibnu Hajar adalah riwayat yang dikeluarkan oleh
Imam Nasa’i dari Abu Sa’id bin Al-Mu’alla, ia berkata : pada suatu hari kami
sedang lewat dan Rosulullah SAW sedang duduk diatas mimbar dan mengatakan
“telah terjadi sesuatu” lantas kamipun duduk, maka Rosulullah SAW membacakan
ayat :
[ البقراة ١٤٤ ] قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤء
Hingga selesainya ayat, kemudian Nabi turun dan melaksanakan sholat Dhuhur
Surat
Maryam, Imam Thabrani meriwayatkan dari Abu Maryam Al-Ghassani : “Aku datang
kepada Rosulullah SAW kemudian aku berkata : Pada malam ini aku dikaruniai anak
Perempuan, Nabi bersabda : malam ini telah diturunkan kepadaku surat Maryam,
maka namailah dia dengan nama Maryam”.
Fiman Allah : [الزخرف : ٤٥] وَسْـَٔلْ مَنْ
اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ
Menurut pendapat Ibnu Hubaib bahwa ayat ini turun pada mala Isra’
Awal surat Al-Fath.
Disebutkan di dalam hadist dari sahih Bukhori : “Senungguhnya telah diturunkan
kepadaku pada malam ini suatu surat yang
lebih aku cintai daripada munculnya Matahari, kemudian nabi membaca : [الفتح :١] اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا
مُّبِيْنًاۙ
Surat ta’awudzain (surat
Al-Falaq dan Al-Nas). Ibnu Asytah berkata dalam kitab Al-Mashahif : “Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ya’kub ia berkata : telah menceritakan kepada
kami Abu Dawud ia berkata : telah menceritakan kepada kami Abi Syaibah ia
berkata : telah menceritakan kepada kami Jarir dari Bayan dari Qais dari Uqbah
dari Amir Al- Juhani ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : telah diturunkan
kepadaku pada malam ini ayat-ayat yang tidak dilihat seperti ayat-ayat yang
lain :
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ وَ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
لَيْسَ لَكَ مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ
(QS. Ali Imrom : 128) didalam hadist sahih disebutkan
bahwasannya ayat ini turun ketika Nabi sampai rakaat terakhir sholat Subuh
sesaat beliau ingin qunut untuk mendoakan celaka bagi Abu Sufyan dan
orang-orang yang disebutkan bersamnnya.
Tanbih (Peringatan)
Jika anda bertanya :
“Bagaimana sikap kita terhadap hadist Jabir yang marfu’ :
أصدق الرؤيا ما كان نهارا، لأن الله خصني بالوحي
نهارا
Artinya : Sebaik-baik mimpi adalah mimpi yang terjadi di siang hari, karena Allah telah mengkhususkan kepadaku dengan wahyu di siang hari (HR. Hakim didalam tarikhnya), Imam Suyuthi berpendapat bahwa hadist ini mungkar dan tidak dapat dijadikan sebagai hujjah.