TASYAKURAN DAN LAUNCHING KITAB TAFSIR HIDAYATUL QUR'AN

Setelah acara seremonial yakni sambutan, mauidhoh hasanah, dan ramah tamah, maka acara di siang hari ini dilanjut dengan acara sarasehan "Diskusi Tafsir Hidayatul Qur'an" oleh Tim konstributor daras tafsir, tim nahdlatut turots, LTN, dan Mahasantri Ma'had Aly Darul ulum.

Dokumentasi

Sebuah momen yang penuh kegembiraan dan rasa syukur, atas terselenggaranya acara tasyakuran dan launching kitab tafsir "Hidayatul Qur'an" karya KH. M. Afiffudin Dimyathi atau sapaan masyhur beliau adalah Gus Awis, yakni Mudir Ma'had Aly Darul ulum. Dalam acara yang dihadiri oleh para masyayikh ponpes Darul Ulum dan para tamu undangan, Gus awis mengucapkan rasa syukur beliau kehadirat Allah SWT. karena dengan izin Allah SWT. penulisan kitab tafsir ini dapat terselesaikan hingga bisa diterbitkan ke Timur Tengah.


Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan ini. Gus Awis memberikan sambutan dengan do'a, rasa syukur, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam mewujudkan kitab tafsir "Hidayatul Qur'an" ini, yakni ibunda tercinta dan istri beliau yaitu yang paling merasakan konsekwensi dalam proses penulisan tafsir ini. Beliau juga berterima kasih kepada نهضة التراث, yang telah menjadikan Gus Awis merasa mempunyai tim dan teman. 


"Tak lupa pula saya haturkan banyak terima kasih kepada KH. Miftahul Akhyar selaku rais 'am PBNU, beliau yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk selalu bertemu dengan ulama-ulama dunia, karena pertemuan dengan para ulama dapat memberikan nutrisi yang bergizi untuk menjaga stamina dalam menulis, dan seperti mendapatkan suntikan energi dalam mengatasi kemalasan" -Tutur Gus Awis dalam sambutannya.


Setelah acara seremonial yakni sambutan, mauidhoh hasanah, dan ramah tamah, maka acara di siang hari ini dilanjut dengan acara sarasehan "Diskusi Tafsir Hidayatul Qur'an" oleh Tim konstributor daras tafsir, tim nahdlatut turots, LTN, dan Mahasantri Ma'had Aly Darul ulum. Dalam semangat untuk menggali lebih dalam makna dari ayat-ayat Al-Qur'an, acara sarasehan ini digelar dengan mengundang 4 narasumber yang ahli dalam bidang ulumul qur'an, yakni Lora Ismail al-Ascholy, Dr. Amrulloh, gus Najib, dan ust. Khobiru Amru.


Dalam sarasehan yang penuh semangat dan keinginan untuk memperluas wawasan, keempat narasumber tersebut membawakan pemahaman yang beragam dalam membahas kitab tafsir "Hidayatul Qur'an" yakni tafsir Qur'an bil Qur'an.


Lora Ismail al-Ascholy yang menjadi salah satu dari keempat narasumber diatas, menuturkan bahwa tafsir Qur'an bil Qur'an merupakan metode penafsiran paling tinggi, menurut jumhur ulama.


 Dulu pada zaman shabahat, Rasul seringkali menafsirkan ayat Alqur'an dengan ayat al-Qur'an yang lain untuk mengatasi kebingungan dikalangan sahabat.


Lora Ismail juga menjelaskan terdapat 4 standart dalam menafsirkan al-Qur'an bil Qur'an:


1. Lafadz al-Qur'an yang jelas 

(لفظ القرآن با الصريح)


2. Cocok dengan hadis shahih

(مطا بقة باالحديث الصحيح)


3. Hebatnya akal yang lebih unggul. Orang yang alim pasti akan lebih mudah dalam membawakan tafsir ini. 


Misal penafsiran pada surah al-Ashr.

Lafadz (والعصر), memiliki banyak makna : Waktu ashar dan demi masa.

Dan pada surah at-Tiin :

والتين والزيتون

Pertanyaannya, apa hubungan والعصر dengan ayat ini?. Jadi yang ingin disampaikan Allah SWT. disini bukan perkara pengertian secara lafdziyah, tetapi tentang zaman yang viral atau sesuatu yang menjadi sorotan pada zaman itu. 

والتين : 

Demi masa bahwa buah itu menjadi sorotan pada zaman itu.

begitu juga dengan ( وطورسينين والزيتون)


4. bi Lisanin 'Arobyin fasih

 misal : غير المغضوب عليهم

Menurut hadis shahih lafadz yang bercetak miring berarti kaum Yahudi.

Tapi menurut hadis ghoiru shahih mengartikan bahwa lafadz tersebut berarti "makan yang banyak".


Setelah pemaparan tentang tafsir Qur'an bil Qur'an dari Lora Ismael, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari tiga narasumber selanjutnya. Setiap narasumber memberikan wawasan mendalam dan sudut pandang yang berbeda terkait topik yang dibahas. Setelah itu, suasana acara berubah menjadi interaktif dengan dibukanya sesi tanya jawab oleh keempat narasumber, di mana peserta dapat mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang topik yang telah dipresentasikan. Sesi tanya jawab ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dalam memperluas pemahaman mereka tentang topik yang sedang dibahas.


Selanjutnya, dengan penuh rasa syukur atas berbagai rangkaian acara yang telah dilaksanakan sepanjang hari, acara tasyakuran dan launching kitab tafsir Hidayatul Qur'an ditutup dengan pengajian tafsir Hidayatul Qur'an, di mana kehadiran KH. Ali Marzuki dari PP. Langitan Tuban menjadi momen yang penuh berkah. Tabarrukan dan doa yang disampaikan oleh para santri dan alumni asrama Hidayatul Qur'an, serta mahasantri Ma'had Aly Darul Ulum. Semoga kitab tafsir Hidayatul Qur'an menjadi sumber ilmu dan keberkahan bagi kita semua, serta semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita dalam mengamalkan dan memahami isi kitab suci Al-Qur'an. Aamiin.


Kontributor 

Mahasantri

Nurun Nihayatul Muflihah


Tim Media Ma'had Aly Darul Ulum Jombang

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT