Dalam sambutannya, TGB juga memotivasi santri, khususnya santri putri agar benar-benar menjadi wanita yang shalih, mengapa? karena perempuan sekarang pasti suatu saat akan menjadi ibu-ibu yang akan mengasuh anak-anaknya. Seorang pengasuh seyogyanya harus orang yang pinter dan shalih agar anak-anaknya kelak menjadi orang hebat, sholih dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Dokumentasi
Tuan Guru Bajang (TGB) HM. Zainul Majdi, MA, melakukan kunjungan ke Ribath Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Jawa Timur, Senin (24/10/2022).
Kehadiran TGB yang juga merupakan Ketua Umum PBNWDI disambut mahasantri Ma'had Aly dan ratusan santri berbaju dan berpeci putih menghampiri saat hendak keluar dari mobil, beberapa dari mereka bersalaman dengan TGB.
Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini mengatakan, kunjungannya ke Ponpes Darul Ulum tersebut untuk bertemu KH. Afifuddin Dimyati, Lc. MA.
Diketahui Dr. KH. Afifuddin Dimyati, Lc, MA, yang sekarang menjabat Mudir Ma'had Aly Darul Ulum merupakan adik kelas TGB, waktu mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.
“Gus Awis adalah adik kelas saya di Universitas al-Azhar,” ujarnya.
Dalam pertemuan singkat yang hanya sekitar satu jam, TGB didaulat untuk menyapa mahasantri Ma'had Aly dan santri Ribath Hidayatul Quran.
TGB mengungkapkan kekagumannya kepada KH. Afifudin Dimyathi, pengasuh pesantren Darul Ulum yang masih berusia muda, namun telah berhasil membuat banyak karya berupa kitab-kitab berbahasa Arab yang dijadikan rujukan dalam sistem pembelajaran Islam di dunia.
TGB mengaku sangat bangga, apalagi KH. Afifudin Dimyathi adalah adik kelasnya saat menempuh pendidikan di Kairo, Mesir.
"Beliau menerbitkan karyanya di Kairo. Dan menerbitkan karya di Kairo itu kan tidak mudah ya. Bahkan kata pengantar diberikan oleh guru besar yang membuktikan karyanya memang bermutu dan menjadi suatu kebanggan buat kita," ujar TGB.
Dalam sambutannya, TGB juga memotivasi santri, khususnya santri putri agar benar-benar menjadi wanita yang shalih, mengapa? karena perempuan sekarang pasti suatu saat akan menjadi ibu-ibu yang akan mengasuh anak-anaknya. Seorang pengasuh seyogyanya harus orang yang pinter dan shalih agar anak-anaknya kelak menjadi orang hebat, sholih dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Selesai menyapa santri, TGB menyampatkan diri untuk ziarah ke pesarean (makam) ayahanda Gus Awis, Drs. KH. Dimyathi Romly, SH, dengan didampingi oleh mahasantri Ma'had Aly yang berada di kompleks Ribath Hidayatul Qur'an.