"Harapan dengan adanya beasiswa ini, mahasantri Ma'had Aly lebih giat belajar, menjadi mahasantri yang pintar dan manafat, sebagai kader ulama yang berkualitas di masa depan". Kata Gus Didin, nama panggilannya.
Dalam ceritanya, "Ulama'-ulama' dulu jarang yang nunjuk-nunjukin (memperlihatkan) amal kebaikannya, bahkan ada cerita seorang ulama yang amal ibadahnya tidak mau diketahui teman-temanya, ia rela ibadah riyadah di bawah barongan (tanaman bambu di ujung belakang pekarangan) angker". Tegas ceritanya".
Lebih rinci, Gus Awis, panggilan akrabnya, mengutarakan, bahwa pemerintahan Qurani menjelaskan berbagai prinsip pemerintahan, yaitu moral, sosial, kekuasaan dan manajemen.
Pada tahun 1975, lembaga Kemenag yang bernama "Lajnah Taftisy al-Mashahif al-Syarifah", tercatat ada sepuluh Ulama ahli al-Quran dari berbagai daerah berkumpul melakukan musyawarah kerja. Ulama' Rejoso Pondok Pesantren Darul Ulum kyai Muhammad Dahlan bersama kawan-kawanya ikut andil dalam merumuskan pedoman penulisan mushaf al-Quran yang nantinya akan diterbitkan di Indonesia.
Dari hasil evaluasi akan mengetahui pencapaian mahasantri dalam menyerap materi kuliah, dan pijakan dalam membuat kebijakan pimpinan Ma'had Aly dalam perbaikan, baik perbaikan dalam metode pembelajaran maupun dalam kebijakan penunjang lainnya.
Kehadiran Tim visitasi dan verifikasi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur di Pondok Pesantren Darul Ulum ini dalam rangka follow-Up dari proposal permohonan izin operasional penyelenggaraan pendidikan Ma’had Al