Mulai dari kajian di serambi masjid, kurikulum dasar di pondok pesantren, literatur wajib di perguruan tinggi Islam ternama, hingga menjadi standar materi dalam berbagai ajang musabaqah (perlombaan) dan konferensi internasional. Bahkan, kitab ini telah menjadi "penghuni tetap" di lemari-lemari perpustakaan pribadi keluarga Muslim yang memiliki kepedulian terhadap ilmu agama. Kepraktisannya, ketebalannya yang proporsional, namun dengan bobot keilmuan yang tak tertandingi,
Bagaimana jika sebuah tafsir ditulis oleh dua sosok yang terpaut zaman, guru dan murid, tetapi hasilnya begitu seragam sampai hampir tidak bisa dikenali mana tulisan sang guru dan mana tulisan si murid? Itulah Tafsir al-Jalalain, karya dua ulama Mesir bergelar Jalaluddin, yang tetap dikaji selama berabad-abad.
Pada ahad, 18 Oktober 2026 mendatang, Ma’had Aly Darul Ulum kembali menggelar Muhadharah Ammah bertema “Menjaga Keaslian Metodologi dan Sanad Tafsir Jalalain”. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan menghadirkan Dr. Sa’id Muhammad Ali, mudarris Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, sebagai narasumber.
Dalam momentum safari dakwah dan lawatan ilmiahnya di Nusantara, Syaikh As-Said Muhammad Ali Al-Azhari berkenan hadir untuk menyapa para akademisi santri dan masyarakat luas dalam majelis Muhadharah Ammah yang diselenggarakan oleh Ma'had Aly Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.
Pelaksanaan UTS Ganjil dijadwalkan mulai tanggal 10 s/d 14 Oktober 2026 untuk Semester 1, 3, 5, dan 7. Bagi mahasantri yang berhalangan hadir karena alasan tertentu, tersedia fasilitas UTS Susulan dengan ketentuan dan pendaftaran yang telah ditetapkan oleh pihak akademik.
Acara yang mempertemukan kepengurusan DEMA lama dan pengurus DEMA baru ini juga dihadiri oleh delegasi dari seluruh Ma'had Aly di Kabupaten Jombang. Perwakilan dari Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, Ma'had Aly Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Ma'had Aly Madrasatul Qur'an Diwek, serta Ma'had Aly Tarbiyatun Nasyiin Paculguwang turut hadir memenuhi undangan untuk memberikan selamat dan memperkuat sinergi gerakan mahasantri tingkat regional.