Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam karya KH. Zamroji Halim adalah karya yang menunjukkan keluasan ilmu dan bacaan penulisnya. Kitab ini sangat layak untuk dibaca dan dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.
KH. Zamroji Halim, yang dikenal dengan nama pena beliau, memiliki nama lengkap Ahmad Zamroji Halim. Setelah menunaikan ibadah haji, nama beliau berubah menjadi Abdul Halim Al-Halimi Abu Hatim Al-Asham.
“Ayat-ayat ono ing duwur nerangke yen bondo, kedudukan, iku ora keno digawe anggak-anggakan, yen wis mati bondone iku ora keno nebusi duso,opo maneh pangkate kang wus ilang”.
Atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia keilmuan Islam, KH. Shodiq Hamzah dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang Ilmu Tafsir oleh Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) UIN Walisongo Semarang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemikiran dan karya-karyanya diakui tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga di dunia akademik.
Model tafsir seperti Tafsir Al-Bayan semakin penting di tengah kebutuhan umat Islam modern akan sumber-sumber keilmuan yang praktis dan mudah dipahami. Kitab ini sejajar dengan karya-karya serupa seperti Tafsir al-Muyassar di Arab Saudi, Tafsir al-Muntakhab di Mesir, serta Tafsir Ringkas dari Kementerian Agama RI. Dengan pendekatan yang sederhana namun tetap mendalam, Tafsir Al-Bayan tidak hanya melayani kebutuhan pembaca yang mencari kemudahan, tetapi juga mempertahankan esensi keilmuan Islam.
Pekan Ngaji Tafsir Nusantara bukan sekadar acara kajian keilmuan, melainkan gerakan intelektual untuk meneguhkan kembali pentingnya sanad dalam memahami Al-Qur'an. Melalui pembelajaran langsung dari para mufassir yang memiliki sanad keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah ﷺ, acara ini menjadi momentum strategis dalam menjaga otentisitas tafsir dan menghidupkan tradisi ilmiah di kalangan generasi muda.