Dengan adanya seleksi yang ketat ini, Ma'had Aly Darul Ulum Jombang berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam, sehingga dapat mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Pada sesi ini beliau menjelaskan sistem Ma'had Aly Darul Ulum secara urut. Mulai dari visi-misi Ma'had Aly sendiri hingga nomenklatur Takhassus Ma'had Aly secara umum versi Kemenag. Yang pada akhirnya menjelaskan secara detail tentang tema dan kajian ulum al-Qur'an. Tentunya ini adalah hal yang menarik bagi seluruh peserta karena disini mereka diminta untuk praktek dan kemudian menambah keseruan disaat mereka mempresentasikan outline karyanya di hadapan peserta lain di penghujung acara.
Setelah acara seremonial yakni sambutan, mauidhoh hasanah, dan ramah tamah, maka acara di siang hari ini dilanjut dengan acara sarasehan "Diskusi Tafsir Hidayatul Qur'an" oleh Tim konstributor daras tafsir, tim nahdlatut turots, LTN, dan Mahasantri Ma'had Aly Darul ulum.
Pentingnya mempelajari ulumul quran menurut beliau adalah, agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca alquran karena kesalahan kecil seperti demikian akibatnya bisa fatal, sedangkan beliau menegaskan mengenai sifat alquran dan bersifat sepanjang masa, dan mengkritik orang orang yang menganggap alquran secara tekstual dengan menyodorkan sifat dari ilmu sababun nuzul oleh sebab itu muncullah kaidah "Al-ibratu bil umumil lafdzi la bi khusus al sabab".
Kuliah umum Prof. Dr. Agil Husin Al Munawwar, M.A., akan menjadi sumber inspirasi & motivasi, memperkaya wawasan serta meningkatkan semangat belajar. Maka dari itu diharapkan bagi seluruh Mahasantri Ma'had Aly Darul ulum sekaligus seluruh peserta yang akan hadir, agar dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang dunia kontemporer saat ini. Acara ini juga memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk bertanya langsung kepada Prof. Dr. Agil Husin Al Munawwar, M.A. sebagai bentuk rasa perhatian
Itulah beberapa pembagian hadis menurut Dr. Lukmanul Hakim. Dan setelah kita mendalami tentang bahaya hadis maudhu' dalam kitab kitab mawaidh, maka perkuliahan umum ini ditutup dengan sesi tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada mahasantri agar dapat berinteraksi langsung dengan Dr. Lukmanul Hakim al-Azhary.