Semua Mahasantri

news
Mahasantri 20 Januari 2025

Pekan Ngaji Tafsir Nusantara: Membahas Kitab Bersama KH Thoyfur Ali Wafa melalui Seminar Digital

Pada akhir kajian, KH Thoyfur menjelaskan historiografi penyusunan Al-Qur'an, mulai dari zaman Nabi Muhammad, Khalifah Abu Bakar, hingga Khalifah Utsman bin Affan. Kodifikasi Al-Qur'an dilakukan pada masa Khalifah Utsman karena banyaknya penghafal Al-Qur'an yang gugur dalam perang melawan kaum murtad. Al-Qur'an yang telah dikodifikasi ini kemudian diduplikasi menjadi beberapa mushaf yang disebarkan ke kota-kota besar pada masa itu, seperti Mekkah, Basrah, Kufah, dan Syam.

news
Mahasantri 20 Januari 2025

Biografi dan Perjalanan Intelektualitas Kyai Toifur Ali Wafa

Gambaran tersebut menyimpukan bahwa dalam melestarikan Sunni di Pulau Madura melalui karya tulisan berupa kitab, ulama pesantren yang patut untuk dipelajari adalah Kyai Toifur Ali Wafa.

news
Mahasantri 19 Januari 2025

RANGKUMAN ACARA PEKAN NGAJI TAFSIR NUSANTARA HARI KEDUA

Beliau mengatakan : Manusia terbagi menjadi tiga kelompok 1. Orang yang beriman 2. Orang Kafir 3. Orang yang ragu Kelompok kedua dan ketiga itu akan mempunyai persamaan ketika di akhirat.

news
Mahasantri 19 Januari 2025

Resensi Kitab Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam Karya KH. Zamroji Halim

Tafsir Al-Mu'tasham fii Tafsir al-Qur'an Al-Mu'azzam karya KH. Zamroji Halim adalah karya yang menunjukkan keluasan ilmu dan bacaan penulisnya. Kitab ini sangat layak untuk dibaca dan dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

news
Mahasantri 19 Januari 2025

KH. Zamroji Halim: Ulama Produktif Penjaga Tradisi Keilmuan Islam

KH. Zamroji Halim, yang dikenal dengan nama pena beliau, memiliki nama lengkap Ahmad Zamroji Halim. Setelah menunaikan ibadah haji, nama beliau berubah menjadi Abdul Halim Al-Halimi Abu Hatim Al-Asham.

news
Mahasantri 18 Januari 2025

HARI PERTAMA PEKAN TAFSIR NUSANTARA, KAJIAN KITAB TAFSIR AL-BAYAN FI MA’RIFATI MA’ANI AL-QUR’AN OLEH DR. KH. SHODIQ UTSMAN

“Ayat-ayat ono ing duwur nerangke yen bondo, kedudukan, iku ora keno digawe anggak-anggakan, yen wis mati bondone iku ora keno nebusi duso,opo maneh pangkate kang wus ilang”.

LINK TERKAIT